JOGJA - Even musik Keroncong Plesiran dari Jogja tahun ini akan diselenggarakan di Desa Wisata Tinalah, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo pada Sabtu (24/5/2025) mendatang.
Lestarikan musik keroncong ini sekaligus membangkitkan perekonomian warga sekitar.
"Desa Wisata Tinalah dipilih karena menjadi salah satu desa wisata digital dari Kemenparekraf," ujar Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Imam Pramana dalam jumpa pers di Jogja, Rabu (14/5/2025).
Menurutnya even tahunan yang sudah diselenggarakan sebanyak sembilan kali tersebut menjadi daya tarik kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar kota.
"Tahun ke tahun rata-rata pengunjung dari luar kota sampai 70 persen," tuturnya.
Even tersebut selalu berganti lokasi setiap tahunnya. Penyelenggaraannya menyusuri desa-desa wisata maupun obyek wisata di seluruh kabupaten/kota. Hal tersebut merupakan salah satu strategi dalam aspek kepariwisataan.
"Even ini sekaligus cara agar kunjungan wisata tidak terpusat di salah satu daerah," jelasnya.
Keroncong Plesiran didukung dengan dana keistimewaan sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi bersama. Otomatis pelaku usaha kecil di sana juga ikut terdampak terkait peningkatan ekonominya.
"Harapan kami tidak hanya datang ke even, tapi mengunjungi obyek wisata di sekelilingnya dan memperpanjang lenght of stay," terangnya.
Inisiator Keroncong Plesiran Ari Sulistiyanto mengatakan, even tersebut awalnya untuk melestarikan musik keroncong. Musik lawas tersebut disuguhkan dengan konsep yang menyasar anak muda.
"Tahun ini, kami akan plesiran ke Kulon Progo karena belum pernah mengadakan di Kulon Progo," ujar pria yang akrab disapa Kancil itu.
Lokasi tersebut juga dinilai banyak terdapat destinasi wisata alam yang bagus. Kebetulan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat juga aktif dengan fasilitas pendukung yang memadai.
“Tujuannya juga ingin memberdayakan masyarakat di desa wisata sekitar," terangnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap penyelenggaraan Keroncong Plesiran, para pengunjung akan mendapatkan makanan atau barang khas daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan.
Tahun ini, para pengunjung akan mendapatkan makanan Wingko Tinalah sebagai bentuk kolaborasi dengan pelaku UMKM setempat. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita