JOGJA - Serapan gabah dari petani yang dilakukan oleh Bulog Yogyakarta cukup tinggi pada musim panen tahun ini.
Bahkan Bulog telah menyiapkan gudang tambahan sebagai langkah antisipatif melonjaknya produksi beras.
Kepala Kanwil Bulog Yogyakarta Ninik Setyowati mengatakan, sampai dengan 11 Mei 2025, serapan gabah petani berkisar 111 ribu ton setara beras.
Jumlah itu merupakan capaian tertinggi dan dipastikan telah menyentuh target.
“Ini menjadi bukti komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan serta menstabilkan harga di tingkat petani,” ujar Ninik dalam keterangannya, Selasa (13/5/2025).
Meskipun telah mencapai target, Ninik mengaku, terus melakukan penyerapan gabah dari petani.
Tentunya dengan harga pembelian yang sudah ditetapkan pemerintah.
Yakni Rp 6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP). Serta Rp 12.000 per kilogram untuk beras.
Dia menyebut, maksimalnya serapan gabah itu bisa terwujud berkat hasil kerjasama dengan berbagai pihak.
Baik itu dengan petani, mitra penggilingan, dinas pertanian di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, hingga TNI/Polri.
Dia pun menyatakan, bahwa Bulog Yogyakarta juga telah menyiapkan gudang tambahan.
Sebab dengan tingginya serapan gabah tentu membuat gudang penyimpanan yang dimiliki Bulog Yogyakarta saat ini dalam kondisi penuh.
Menurutnya, Bulog Yogyakarta telah menyewa total 78 unit gudang filial hingga di wilayah kantor cabang Banyumas dan Magelang, Jawa Tengah.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya antisipasi penumpukan dan demi menjaga kualitas beras yang disimpan.
Ninik menyatakan, total kapasitas gudang tambahan sendiri mencapai 66 ribu ton.
Meskipun gudang tambahan tersebut statusnya sewa, dia memastikan Bulog Yogyakarta tetap menerapkan standar kualitas penyimpanan.
Sehingga kualitas beras terjaga dan layak konsumsi.
“Beras yang telah diserap akan digunakan sebagai bagian dari cadangan,” katanya. (inu)
Editor : Meitika Candra Lantiva