JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY melakukan penyesuaian terhadap operasional Bus Trans Jogja.
Penyesuaian ini mencakup perubahan trayek, penyesuaian tarif, hingga peremajaan armada guna meningkatkan kualitas layanan transportasi umum.
Kepala Dishub DIY Christina Erni Widyastuti menyampaikan, salah satu langkah yang dilakukan yakni penghapusan jalur trayek 7 yang menghubungkan Terminal Giwangan dengan Babarsari. Rute ini memiliki jarak tempuh sekitar 21,7 kilometer.
“Selain itu, trayek 6A dan 6B digabung menjadi satu jalur, yakni jalur 6,” kata Erni saat dikonfirmasi, Senin (12/5/2025).
Dishub juga telah mengambil alih pengoperasian tiga jalur eks layanan buy the service (BTS) dari Kementerian Perhubungan, yaitu jalur 1A, 2A, dan 12. Jalur-jalur tersebut kini sepenuhnya dioperasikan oleh Trans Jogja.
Tak hanya trayek, penyesuaian juga dilakukan pada aspek tarif dan jam operasional.
Tarif reguler kini diturunkan dari semula Rp 3.600 menjadi Rp 3.500. Sementara itu, tarif khusus diterapkan bagi penumpang lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
"Ini bagian dari upaya mendorong pengembangan sistem transportasi umum yang inklusif, terintegrasi, dan ramah lingkungan," terangnya.
Adapun berbagai penyesuaian tersebut merupakan tindakan setelah dilakukan evaluasi terhadap layanan TJ.
Peremajaan armada juga dilakukan seiring dengan pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Transportasi Daerah (RIT) Tahun 2025–2045.
Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY Wulan Sapto Nugroho menambahkan, evaluasi terhadap layanan TJ telah dilaksanakan dan mulai dieksekusi pada Februari 2025.
Peremajaan armada menjadi prioritas agar waktu tunggu atau headway antarbus semakin singkat.
"Kami harapkan dengan upaya ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke angkutan umum," ujarnya.
Terkait angkutan berbasis aplikasi daring, secara regulasi sudah diatur oleh Kementerian Perhubungan melalui peraturan menteri.
Namun, implementasi di lapangan masih belum optimal, baik dari sisi aplikator maupun pengemudi.
"Moda transportasi merupakan bagian dari perkembangan teknologi, sehingga harus siap dalam dinamika berbasis digital," tuturnya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita