Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kecuali Sleman, Siaga Darurat Hidrometeorologi di DIY Tidak Diperpanjang: Ini Alasannya...

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 9 Mei 2025 | 04:54 WIB

Plt Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad.
Plt Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad.


JOGJA - Dalam sepekan terakhir, hujan disertai angin kencang melanda beberapa wilayah di DIY.

Padahal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyatakan saat ini telah memasuki musim kemarau.

"Dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) juga menyatakan Bulan Mei sebetulnya sudah masuk musim kemarau," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad saat dikonfirmasi, Kamis (8/5/2025).

Baca Juga: Sudah Dua Tahun Disidik, Masih Mandek di Pemeriksaan 300 Saksi, Kajati: Tuntaskan Perkara Hibah Pariwisata, Beri Atensi dan Arahan ke Kejari Sleman

Pihaknya telah menggelar rapat dengan seluruh BPBD Kabupaten/Kota dan pihak BMKG, Kamis (8/5/2026) pagi.

Pembahasan dalam rapat salah satunya tentang kondisi cuaca dan tindakan yang akan dilakukan terkait kebencanaan.

"Kondisi hujan sekarang itu adalah pengaruh dari adanya siklon," tuturnya.

Baca Juga: Diresmikan Muhaimin Iskandar, SPPG Bumdes Tridadi Akan Terima Dana Rp 800 Juta Sebulan

Menurutnya musim kemarau tahun ini berbeda dengan 2024. Tahun lalu, saat masuk musim kemarau hingga selesai tidak ada hujan sama sekali.

Namun, tahun ini diperkirakan di tengah musim kemarau terjadi hujan.

"Ini yang terjadi seminggu belakangan bukan bagian cuaca ekstrem tetapi kemarau yang diselingi dengan hujan," bebernya.

Baca Juga: Cetak Sejarah Pertama Kali, PSIM Jogja Lolos Lisensi Klub Profesional oleh PT LIB

Adanya hujan dan angin tersebut diperkirakan berlangsung dalam se pekan hingga Sabtu (10/5/2025).

Seluruh stakeholder yang mengikuti rapat juga bersepakat untuk tidak melakukan perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang telah berakhir pada Kamis (8/5/2025).

"Pengaruh dari siklon menyebabkan hujan sedang-lebat tapi tidak ekstrem," terangnya.

Baca Juga: Dua Soal ASPD Akan Jadi Bonus Nilai: Disdikpora DIY Akui Ada Kemiripan Dua Butir Soal, Guru dan Penyusun Tak Terlibat

Namun khusus untuk Kabupaten Sleman, status siaga darurat bencana hidrometeorologi masih diperpanjang sampai 30 Mei.

Hal itu berdasarkan adanya fenomena hujan lebat dan angin kencang beberapa hari terakhir di wilayah tersebut.

"Kulon Progo statusnya tanggap darurat, karena ada perbaikan kerusakan akibat banjir luapan salah satu sungai," jelasnya. (oso)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bmkg yogyakarta #Cuaca Ekstrem #musim kemarau #BPBD DIY #Siaga Darurat