JOGJA - Jumlah pendaftar Sekolah Rakyat (SR) di DIY melampaui kuota yang dipersiapkan.
Antusiasme warga untuk bersekolah tinggi, Dinas Sosial (Dinsos) upayakan penambahan kuota.
"Kalau yang mendaftar total 700an, sementara kami kuotanya masih sedikit," ujar Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih saat dikonfirmasi, Kamis (8/5).
Awalnya, Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Dinsos DIY menyiapkan kuota sebanyak 150 calon siswa SR.
Namun karena antusiasme tinggi, lihaknya saat ini sedang mengupayakan untuk penambahan kuota menjadi 300 siswa.
Nantinya mereka akan dibagi ke dua tempat yakni di Sonosewu, Bantul dan Purwomartani Kalasan.
"Rencana (kuota) menjadi 300 yakni 200 mengisi di Sonosewu dan 100 di Purwomartani," tuturnya.
Sebanyak 700 pendaftar tersebut nantinya akan dilakukan seleksi dan verifikasi untuk memastikan mereka masuk dalam kategori miskin dan terdaftar di Data Terpadu Ekonomi Sosial Nasional (DTSN) desil 1.
Sesuai dengan sasarannya. Tim lapangan akan melakukan pendataan dan dokumentasi langsung dengan mendatangi rumah mereka.
"Melihat semangat anak untuk sekolah, tanggalan orang tua. Jangan sampai nanti anak mau sekolah, orang tuanya tidak boleh karena boarding school," bebernya.
Total petugas yang diturunkan ke lapangan sebanyak 728. Mereka merupakan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di masing-masing kabupaten/kota.
Mereka dinilai lebih paham kondisi di lapangan.
Profil serta kondisi rumah dari keluarga dan calon siswa juga akan dilakukan pengecekan.
"Seleksi ini kan bukan seleksi dari nilai, namun kemampuan ekonomi, motivasi untuk sekolah dan dukungan orangtua," jelasnya.
Sejalan dengan rencana penambahan kuota, persiapan sarana dan prasarana (sarpras) di dua lokasi juga berjalan.
Pendaftaran telah ditutup, target penyelesaian rekrutmen dan persiapan sarpras diperkirakan selesai di bulan Mei.
"(Proses rekrutmen) kami obyektif, tidak ada ini pesanan siapa atau ini anak dari mana," tandasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin