Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelombang Rossby Terpantau Aktif, BMKG Yogyakarta: Picu Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

Iwan Nurwanto • Rabu, 7 Mei 2025 | 22:51 WIB
BMKG memprediksi akan terjadi gempa megathrust di Indonesia
BMKG memprediksi akan terjadi gempa megathrust di Indonesia

JOGJA - Potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi diprediksi terjadi di wilayah Yogyakarta.

Hal tersebut tampak dari pantauan kondisi atmosfer Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini gelombang Rossby terpantau aktif di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan.

Warjono menambahkan, suhu muka laut dalam skala harian maupun mingguan di perairan Pulau Jawa juga terpantau relatif hangat.

Yakni berkisar antara 29 hingga 30 derajat celcius dengan anomali suhu antara 0 hingga 0,5 derajat celcius.

Disamping itu, kelembaban udara di wilayah DIY pada lapisan 850 - 500 mb dan berkisar antara 70 – 90 persen.

Kondisi tersebut juga dipengaruhi labilitas atmosfer secara umum bervariasi pada kategori sedang hingga kuat.

“Sehingga mengindikasikan adanya potensi pembentukan awan konvektif bersifat lokal dan tidak merata di wilayah DIY,” ujar Warjono, Rabu (7/5/2025).

Sebagai informasi, awan konvektif merupakan awan yang terbentuk akibat proses perpindahan panas melalui pergerakan udara.

Awan tersebut kerap dikaitkan dengan penyebab cuaca buruk seperti hujan lebat, badai petir, dan angin kencang. 

Oleh karena itu, Warjono meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Terlebih berupa hujan sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode beberapa hari ke depan.

Pasalnya, kondisi cuaca ekstrem dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang hingga sambaran petir.

Kewaspadaan juga wajib menjadi prioritas bagi masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

“Selalu perbaharui informasi cuaca terbaru,” pesan Warjono.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mencatat ada 12 kejadian bencana hidrometeorologi pada Selasa (6/5/2025).

Bentuk bencana berupa pohon tumbang dan dampak angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat meminta, agar masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai senantiasa waspada terhadap bencana hidrometeorologi.

Terlebih ketika intensitas hujan meningkatkan seperti sekarang.

Upaya yang dapat dilakukan, kata Nur, bisa dengan selalu memantau informasi terkait dengan prakiraan cuaca.

Kemudian juga memastikan kesiapan jalur evakuasi, dan menyiapkan langkah mitigasi pada lingkungan masing-masing.

“Kami mengingatkan agar masyarakat dapat memahami ancaman bencana apa yang bisa terjadi di wilayah tempat tinggalnya,” terang Nur. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Cuaca Ekstrem #bencana hidrometeorologi #cuaca ekstrim #Gelombang Rossby Ekuator