JOGJA - Pemprov DIY melepas ribuan calon haji (calhaj) dari DIY di Bangsal Kepatihan Selasa (6/5). Sebanyak 3.202 calhaj siap menunaikan ibadah haji tahun ini. Terbanyak dari Kabupaten Sleman.
"Jumlah jemaah haji DIY tahun ini terdiri atas 3.184 jemaah ditambah 18 petugas haji daerah," ujar Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY Ahmad Bahiej saat ditemui usai acara di Kompleks Kepatihan, Jogja Selasa (6/5).
Calhaj terbanyak berasal dari Kabupaten Sleman 1.208 orang. Disusul Kabupaten Bantul 923 orang, Kota Jogja 448 orang, Kabupaten Kulon Progo 332 orang dan paling sedikit Kabupaten Gunungkidul 273 orang. Dari jumlah itu, dua jemaah tercatat mutasi keluar wilayah DIY.
Usia jemaah tertua berasal dari Kemantren Kraton, Kota Jogja yakni Sigit Wasono dengan usia 92 tahun 3 bulan. Sementara jemaah termuda dari Sabdodadi, Bantul dengan usia 18 tahun 4 bulan.
"Jemaah terbagi dalam 10 kloter, yakni kloter 63 hingga 71, ditambah 21 jemaah asal Bantul yang tergabung di kloter 62,” terangnya.
Seluruh jemaah haji akan berangkat dari Embarkasi Solo. Kloter pertama 62-SOC yang mulai masuk Asrama Haji Donohudan 19 Mei pukul 18.00. Keesokan harinya, pukul 18.15 mereka akan langsung diterbangkan ke Makkah.
"Kloter-kloter berikutnya diberangkatkan bertahap hingga 22 Mei 2025," jelasnya.
Mayoritas jemaah akan tinggal di kawasan Misfalah ketika berada di Makkah, sekitar 2 Km dari Masjidil Haram. Khusus kloter 71-SOC akan menginap di kawasan Syisyah, berjarak sekitar 4 Km dari pusat kota dan dekat dengan kawasan Mina.
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mewakili Gubernur Hamengku Buwono X mengimbau para jemaah menjaga kondisi fisik saat menjalankan ibadah di tanah suci. Manajemen waktu diatur agar ibadah berjalan dengan lancar.
"Menjaga asupan cairan dan mengikuti arahan petugas haji demi kelancaran ibadah," ujarnya.
Menurutnya, suhu udara di Makkah dan Madinah dapat mencapai 38 hingga 41 derajat celcius. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah saat menjalankan rangkaian ibadah.
"Kami semua turut mendoakan agar bapak/ibu sekalian dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah dengan sempurna dan kembali membawa predikat haji yang mabrur," tuturnya. (oso/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita