Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mensos Saifullah Yusuf Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Jogja, Harap Bisa Mengurangi Angka Kemiskinan dari Jalur Pendidikan: Hasto Targetkan Ini..

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 4 Mei 2025 | 15:17 WIB

Keterangan Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf (tengah) didampingi oleh Walikota Kota Jogja Hasto Wardoyo (kiri) saat memberikan paparan sekolah rakyat di SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan.
Keterangan Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf (tengah) didampingi oleh Walikota Kota Jogja Hasto Wardoyo (kiri) saat memberikan paparan sekolah rakyat di SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan.

JOGJA - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mendorong percepatan pendirian Sekolah Rakyat di Kota Jogja, yang direncanakan berlokasi di SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan, kompleks Tamansiswa.

Sekolah ini digagas sebagai institusi pendidikan berasrama 24 jam yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, sesuai dengan visi Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menekan angka kemiskinan melalui jalur pendidikan.

"Jadi ini visi-visinya memang untuk keluarga miskin. Kami ingin mencetak mereka menjadi agen perubahan untuk dirinya sendiri, keluarganya, dan lingkungannya," katanya saat melakukan kunjungan, Sabtu (3/5/2025) sore.

Baca Juga: Budayawan Sebut Jajanan Legomoro Punyai Nilai Luhur dan Diperkirakan Sudah Ada sejak Era Kerajaan Mataram

Gus Ipul sapaan akrabnya itu mengatakan, program Sekolah Rakyat akan dimulai dengan pemanfaatan aset-aset pemerintah daerah, khususnya gedung-gedung lama yang akan direvitalisasi.

Penilaian kelayakan gedung nantinya akan dilakukan oleh Kemensos dan Kementerian PUPR.

Saat ini sudah ada 53 lokasi di Indonesia yang direnovasi dan siap digunakan. Sementara 58 titik lainnya masih dalam tahap survei.

“Sekarang masih dimatangkan beberapa waktu yang dibutuhkan untuk orientasi kepada siswa Sekolah Rakyat," ujarnya. 

 Baca Juga: Eksistensi Wedang Tradisional di Magelang, Griya Mas Guru Muntilan Miliki Berbagai Varian, Tahan hingga Satu Tahun

Program ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026.

Nantinya, para siswa Sekolah Rakyat tidak akan diseleksi melalui tes akademik, tetapi hanya melalui pemeriksaan kesehatan dan seleksi administratif.

Prioritas utama diberikan kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem kategori desil 1.

Baca Juga: Saluran Irigasi dari Waduk Wadaslintang Jadi Objek Wisata Tirta, Susur Sungai 2,5 Km selama Satu Jam 

“Setelah seleksi administrasi dan pemetaan kemampuan dasar, proses pembelajaran akan dimulai,” jelasnya.

Ke depan Kemensos masih akan menghitung dan mensurvei seberapa banyak akhirnya program ini bisa diselenggarakan dengan beberapa rombongan belajar.

Saat ini Sekolah Rakyat di berbagai daerah telah menampung lebih dari 3 ribu siswa, dan ke depan ditargetkan menjangkau hingga 10 ribu anak.

Baca Juga: Kiprah Agustinus Sulistyo Keluar dari Pabrik untuk Bertani Kopi, Kini Jadi Petani Sukses di Kulon Progo

Untuk mendukung itu, Kemensos juga tengah merekrut kepala sekolah, menyusun kurikulum, dan menyeleksi guru-guru terbaik.

“Sudah ada lebih dari 500 calon kepala sekolah yang kami nilai layak memimpin Sekolah Rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, Tamansiswa merupakan tempat yang sangat relevan untuk mendirikan Sekolah Rakyat, mengingat sejarah dan nilai-nilai pendidikan yang telah lama ditanamkan oleh Ki Hadjar Dewantara.

Pun di Tamansiswa ini memiliki dua kurikulum yang diunggulkan.

 Baca Juga: Jadi Atensi Publik! Rieke Diah Pitaloka Kunjungi Kediaman Mbah Tupon: Pastikan Kasus Penyerobotan Tanah Selesai, Sertifikat Tanah Kembali

“Tamansiswa adalah cikal bakal pendidikan rakyat. Di sini, pendidikan karakter dan kecerdasan intelektual menjadi satu kesatuan. Jadi sangat sesuai dengan filosofi Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Hasto berharap dengan kehadiran Mensos di kompleks Tamansiswa ini bisa mempercepat adanya Sekolah Rakyat yang ada di Kota Jogja.

Mengingat, saat ini masih banyak siswa yang akan diterima di Sekolah Rakyat di Kota Jogja yang berasal dari keluarga miskin ekstrem. 

Baca Juga: Kenangan Pengunjung Wisma Hartono Jogja: dari Gerai Jual Beli HP hingga Tongkrongan Anak Muda Berburu Pokemon 

"Seandainya nanti Pak Menteri mengizinkan, kami juga bisa cepat menolong yang desil 1, dan desil 2 itu bisa langsung sekolah gratis," ucapnya. 

Tak hanya itu, Hasto juga sangat berharap jika nanti ada Sekolah Rakyat di Kota Jogja, diharapkan bisa mengurangi kesenjangan sosial di Kota Jogja. (ayu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Tamansiswa #Mensos Saifullah Yusuf #hasto wardoyo #sekolah gratis #Sekolah Rakyat #miskin ekstrem