JOGJA - Berhentinya operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kemantren Kotagede, Kota Jogja berimbas pada ribuan siswa yang tidak lagi menerima makanan bergizi.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja pun mengakui tidak bisa berbuat apa-apa.
Kepala Disdikpora Kota Jogja Budi Santosa Asrori mengatakan, pihaknya memang tidak bisa mengambil kebijakan terkait dengan mandegnya MBG di Kotagede.
Sebab program tersebut milik pemerintah pusat.
Sehingga pemerintah kota pun tidak memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti.
Menurut dia, dalam MBG, pemkot hanya memiliki tugas untuk mendata sekolah dan jumlah sasaran program tersebut.
Kemudian memberikan data itu kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinaungi oleh pemerintah pusat.
“Kalau aspek yang lain kan bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah,” ujar Budi, Selasa (29/4/2025).
Dia menyebut, imbas dari berhentinya program MBG di kemantren Kotagede juga berimbas pada hilangnya hak 2.500 sampai 3.000 siswa.
Dimana seharusnya mereka bisa mendapatkan menu makanan bergizi gratis setiap hari di sekolah.
Budi menyampaikan, sampai saat ini baru tiga kemantren di Kota Jogja yang sudah menjalankan program MBG.
Meliputi kemantren Umbulharjo dan Mergangsan.
Serta Kotagede yang mengalami kendala berhenti operasional.
“Soal MBG jadi kewenangan nasional, jadi saya tidak tahu kenapa memilih kemantren-kemantren itu,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya, total ada 12 sekolah di kemantren Kotagede yang menjadi penerima sasaran program MBG.
Dari belasan sekolah tersebut, total ada 3.463 siswa yang tidak lagi mendapatkan MBG sejak tanggal 20 Maret 2025.
Kedua belas sekolah itu meliputi SD N Kotagede 5 dengan total penerima manfaat 163 siswa, SD N Kotagede 4 sebanyak 169 siswa, SD N Kotagede 1 504 siswa, SD N Dalem 149 siswa.
SD N Baluwarti 163 siswa, SD N Karangmulyo 82 siswa, SD N Randusari 90 siswa, SD N Rejowinangun 3 sebanyak 169 siswa.
SD N Gedongkuning 336 siswa, SD N Karangsari 63 siswa, SMP N 9 Yogyakarta 711 siswa dan SMA N 5 Yogyakarta 864 siswa.
"Tempat kami setelah lebaran itu sudah berhenti, terakhir difasilitasi MBG 20 Maret sebelum lebaran," terang Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMP Negeri 9 Jogja, Wahidi belum lama ini. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin