JOGJA - Kesehatan mental remaja menjadi salah perhatian bagi Hasto Wardoyo.
Orang nomor satu di Kota Jogja itu pun mendorong agar para orang tua lebih peduli terhadap kesehatan mental anak-anaknya agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, kesehatan mental wajib menjadi perhatian bagi orang tua maupun anak-anak.
Sebab dengan kesehatan mental yang baik tentu akan mencegah masyarakat terjerumus pada tindakan negatif.
Menurutnya, masalah kesehatan mental merupakan salah satu faktor risiko yang berkontribusi besar hal buruk yang melibatkan remaja. Misalnya tindak kekerasan yang melibatkan anak-anak.
Hasto pun menilai, di kondisi sekarang tantangan mengasuh dan mendidik anak bukan suatu hal yang mudah. Sebab tantangannya lebih beragam.
“Sehingga satu hal yang juga penting adalah bagaimana menjaga kesehatan mental, agar tidak memicu hal-hal negatif terjadi," ujar Hasto pada kegiatan safari subuh di Kemantren Pakualaman, Senin (28/4/2025).
Jika melihat kasus gangguan kesehatan mental di Kota Jogja memang tergolong tinggi.
Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja selama tahun 2024 diketahui pengidap gangguan jiwa mencapai 3.433 orang.
Dari jumlah itu 1.096 di antaranya merupakan penderita gangguan jiwa berat.
Sementara 2.337 orang sisanya merupakan penderita gangguan jiwa ringan seperti gangguan cemas, depresi dan campuran keduanya.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Jogja Iva Kusdyarini menyebut, banyak faktor yang membuat masyarakat bisa terkena gangguan jiwa.
Baca Juga: Tersangka Kasus Korupsi BPR Bank Purworejo untuk Biayai Bangun Perumahan di Purworejo dan Bantul
Misalnya karena mengalami kekerasan, hubungan sosial, dan permasalahan dalam keluarga seperti broken home.
Selain itu, kondisi ekonomi dan pekerjaan juga dapat menjadi faktor penyebab bagi orang dewasa.
Guna mencegah gangguan jiwa sejak dini, Pemkot Jogja sudah memiliki program pembentukan sekolah sehat jiwa.
Baca Juga: Jelang Waisak, Candi Borobudur Disemprot dengan Air Bertekanan Maksimal 50 Bar
Sampai awal tahun lalu diketahui total sudah ada delapan sekolah yang menjadi sasaran program tersebut.
"Untuk di sektor pendidikan kami melaksanakan upaya kesehatan jiwa di sekolah melalui pembentukan sekolah sehat jiwa," katanya. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita