Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cegah Hal Negatif Remaja, Hasto Wardoyo Minta Orang Tua Pahami Kesehatan Mental Anak: Begini Pesannya!

Iwan Nurwanto • Selasa, 29 April 2025 | 03:54 WIB

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui wartawan pasca pertemuan dengan Gubernur DIY HB X di Kompleks Kepatihan, Jogja, Jumat (11/4/2025).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui wartawan pasca pertemuan dengan Gubernur DIY HB X di Kompleks Kepatihan, Jogja, Jumat (11/4/2025).

JOGJA - Kesehatan mental remaja menjadi salah perhatian bagi Hasto Wardoyo.

Orang nomor satu di Kota Jogja itu pun mendorong agar para orang tua lebih peduli terhadap kesehatan mental anak-anaknya agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, kesehatan mental wajib menjadi perhatian bagi orang tua maupun anak-anak.

Baca Juga: Ribuan Massa Akan Padati Kawasan Malioboro untuk Peringati May Day Kamis 1 Mei: Ini Dia Beberapa Tuntutannya..

Sebab dengan kesehatan mental yang baik tentu akan mencegah masyarakat terjerumus pada tindakan negatif.

Menurutnya, masalah kesehatan mental merupakan salah satu faktor risiko yang berkontribusi besar hal buruk yang melibatkan remaja. Misalnya tindak kekerasan yang melibatkan anak-anak.

Hasto pun menilai, di kondisi sekarang tantangan mengasuh dan mendidik anak bukan suatu hal yang mudah. Sebab tantangannya lebih beragam.

Baca Juga: Polresta Jogja Tangkap 10 Tersangka Narkoba dalam Kurun Waktu 20 Maret hingga 26 April 2025: Sita Ratusan Ribu Butir Pil Obat Terlarang

“Sehingga satu hal yang juga penting adalah bagaimana menjaga kesehatan mental, agar tidak memicu hal-hal negatif terjadi," ujar Hasto pada kegiatan safari subuh di Kemantren Pakualaman, Senin (28/4/2025).

Jika melihat kasus gangguan kesehatan mental di Kota Jogja memang tergolong tinggi.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja selama tahun 2024 diketahui pengidap gangguan jiwa mencapai 3.433 orang.

Baca Juga: Dampak Perang Dagang dan Kebijakan Tarif Impor Donald Trump, Harga Kedelai di DIY Naik: Perajin Tahu Tempe Terpaksa Kurangi Ukuran Produksi

Dari jumlah itu 1.096 di antaranya merupakan penderita gangguan jiwa berat.

Sementara 2.337 orang sisanya merupakan penderita gangguan jiwa ringan seperti gangguan cemas, depresi dan campuran keduanya. 

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Jogja Iva Kusdyarini menyebut, banyak faktor yang membuat masyarakat bisa terkena gangguan jiwa.

Baca Juga: Tersangka Kasus Korupsi BPR Bank Purworejo untuk Biayai Bangun Perumahan di Purworejo dan Bantul

Misalnya karena mengalami kekerasan, hubungan sosial, dan permasalahan dalam keluarga seperti broken home.

Selain itu, kondisi ekonomi dan pekerjaan juga dapat menjadi faktor penyebab bagi orang dewasa.

Guna mencegah gangguan jiwa sejak dini, Pemkot Jogja sudah memiliki program pembentukan sekolah sehat jiwa.

Baca Juga: Jelang Waisak, Candi Borobudur Disemprot dengan Air Bertekanan Maksimal 50 Bar

Sampai awal tahun lalu diketahui total sudah ada delapan sekolah yang menjadi sasaran program tersebut.

"Untuk di sektor pendidikan kami melaksanakan upaya kesehatan jiwa di sekolah melalui pembentukan sekolah sehat jiwa," katanya. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#terjerumus hal negatif #hasto wardoyo #kesehatan mental remaja #Pemkot Jogja #kekerasan anak