Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hasto Wardoyo Siap Tancap Gas Bedah Rumah Tiap Akhir Pekan: Targetkan 9 Ribu Rumah Tak Layak Huni Tuntas selama Lima Tahun Menjabat

Iwan Nurwanto • Senin, 28 April 2025 | 03:48 WIB

 

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo saat meninjau rumah tidak layak huni milik Agus Hermanto warga RT 05 RW 01 Ngampilan, Jogja yang mengalami kerusakan cukup parah.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo saat meninjau rumah tidak layak huni milik Agus Hermanto warga RT 05 RW 01 Ngampilan, Jogja yang mengalami kerusakan cukup parah.

JOGJA - Persoalan tempat tinggal atau rumah tidak layak huni (RTLH) masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo.

Selama masa kepemimpinannya, Hasto berkomitmen untuk menyelesaikan ribuan RTLH yang tersebar di Kota Jogja.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan Pemkot Jogja, saat ini tercatat masih ada sekitar 9 ribu unit tempat tinggal warga yang masuk kategori tidak layak.

Kondisi ini banyak ditemukan di kawasan-kawasan kumuh, seperti bantaran sungai dan pinggiran rel kereta api.

Jumlah itu tidak hanya rumah secara utuh, tetapi bisa juga bagian rumah seperti kamar.

“Bahkan, sebagian ada yang berupa sepetak bangunan namun difungsikan untuk tempat tidur, jamban, sekaligus tempat makan,” kata Hasto, Minggu (27/4/2025).

 Baca Juga: DPRD DIY Godog Raperda Pariwisata Berbasis Budaya, Masyarakat Bakal Jadi Subjek Utama Pengelolaan Wisata

Hasto menargetkan menyelesaikan permasalahan tempat tinggal tidak layak huni pada lima tahun masa jabatannya.

Namun diakui, untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah kota (pemkot) harus tancap gas.

Oleh karena itu, bedah rumah atau perbaikan tempat tinggal tidak layak huni bakal dilakukan setiap akhir pekan.

 Baca Juga: Gerakan Berbagi dari dan untuk Masyarakat, Pemkot segera Luncurkan Food Bank Lumbung Mataraman Mei Mendatang: Sasar Mahasiswa Kesulitan Finansial

“Saya inginnya Sabtu-Minggu itu selalu ada bedah rumah,” ujarnya.

Bupati Kulon Progo 2011-2019 itu mengakui, untuk mengejar target perbaikan 9 ribu tempat tinggal tidak layak huni memang berat jika dilakukan pemerintah sendiri.

Sehingga, dia pun berharap ada budaya gotong royong antarmasyarakat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

 Baca Juga: Bukan Klithih, Dua Motor Terlibat Kecelakaan di Kasihan Bantul, Korban Luka-Luka dan Kerugian Hanya Rp 100 Ribu

Sistem gotong royong diklsim cukup efektif selama masih mengemban jabatan kepala daerah di Kulon Progo.

Bahkan, sepuluh rumah mampu diperbaiki kala itu setiap akhir pekan dengan kerja asama antara pemerintah dengan masyarakat.

Dia menilai, semangat gotong royong tersebut sejatinya bisa digelorakan di Kota Jogja.

Terlebih, selama ini Kota Jogja juga sudah kental dengan slogan Segoro Amarto atau yang memiliki arti Semangat Gotong Royong Agawe Majuning Kota Ngayogyakarta.

“Kalau semua itu ditanggung oleh pemerintah tidak mungkin, karena anggarannya tidak besar. Cuma kalau gotong-royong ini sering unlimited,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro menilai, komitmen pemkot dalam menyelesaikan permasalahan tempat tinggal tidak layak huni cukup bagus. Sehingga secara prinsip legislatif pun mendukung program tersebut.

Politisi PDI Perjuangan itu juga berharap, agar program bedah rumah bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Terlebih bagi warga Kota Jogja yang selama ini tinggal pada tempat-tempat yang kurang layak.

“Kami di legislatif sangat mendukung, dan sudah kami susun jadwalnya agar setiap Sabtu Minggu  mengadakan bedah rumah,” bebernya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#tancap gas #hasto wardoyo #bedah rumah #rtlh #Wali Kota Jogja #tiap akhir pekan #rumah tidak layak huni