Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Bibit Siklon 97S, Waspada Kondisi Cuaca Ekstrem Selama Akhir Pekan, Begini Penjelasan BMKG Yogyakarta

Iwan Nurwanto • Jumat, 25 April 2025 | 22:46 WIB
citra satelit siklon tropis anggrek
citra satelit siklon tropis anggrek

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta meminta masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem meski intensitas hujan berkurang.

Pasalnya, ada aktivitas bibit siklon yang terjadi di Pulau Jawa.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, dari hasil pengamatan analisis dinamika atmosfer pihaknya memantau ada bibit siklon 97S.

Fenomena tersebut terjadi di perairan utara Australia.

Kemudian juga terdapat pola siklonik di Samudra Hindia yang berada di barat daya Sumatera.

Kondisi itu menyebabkan belokan angin dan perlambatan massa udara di sebagian besar wilayah Pulau Jawa termasuk Yogyakarta.

Selain itu, suhu muka laut dalam skala harian maupun mingguan di perairan Jawa juga terpantau masih relatif hangat berkisar antara 29-30 derajat celcius.

Walaupun demikian, kelembaban udara di wilayah DIY masuk kategori ringan hingga sedang atau masuk pada kisaran 30-80 persen.

“Ini mengindikasikan penurunan potensi pembentukan awan konvektif, sehingga peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY cenderung berkurang,” ujar Warjono, Jumat (25/4/2025).

Namun meski intensitas hujan mulai berkurang, dia tetap meminta agar masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem.

Seperti hujan sedang hingga lebat.

Kondisi tersebut dimungkinkan juga dapat disertai kilat dan angin kencang.

Menurut Warjono, adanya cuaca ekstrem juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

Seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang ataupun sambaran petir.

Terlebih wilayah rawan bencana hidrometeorologi. 

Bahkan pada Sabtu (26/4/2025) sejumlah wilayah kemungkinan juga dapat diguyur hujan.

Misalnya di Sleman bagian utara, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara yang berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Sehingga pihaknya pun menghimbau agar masyarakat tetap waspada.

“Terutama bagi yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” pesan Warjono.

Dari sisi Pemerintah Kota Jogja, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja Darmanto mengakui potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi.

Sehingga pihaknya pun melakukan perpanjangan status siaga darurat.

Darmanto menyatakan, pihaknya telah mengajukan perpanjangan Surat Keputusan (SK) siaga darurat hingga 30 April 2025 mendatang.

Kebijakan tersebut diambil menyusul adanya peringatan dini dari BMKG Yogyakarta terkait dengan potensi cuaca ekstrem.

“Perpanjangan status siaga darurat merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang masih cukup tinggi,” bebernya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Cuaca Ekstrem #siklon 97S #Bibit siklon 97S #bencana hidrometeorologi #bibit siklon