RADAR JOGJA - Patung sosok Raminten yang berdiri di depan restoran The House of Raminten di Kotabaru, Yogyakarta, bukan sekadar elemen dekoratif.
Patung ini merupakan representasi dari karakter ikonik yang diciptakan dan diperankan oleh almarhum Hamzah Sulaiman, pendiri restoran tersebut.
Asal-usul Karakter Raminten
Karakter Raminten pertama kali diperkenalkan oleh Hamzah Sulaiman dalam sebuah acara komedi situasi di stasiun televisi lokal, Jogja TV.
Dalam acara tersebut, Hamzah memerankan sosok perempuan Jawa dengan busana tradisional lengkap, termasuk kebaya, kain jarik, dan konde.
Karakter ini dikenal dengan logat khas dan gaya bicara yang santai, mencerminkan sosok perempuan Jawa yang bijak namun lucu.
Keberhasilan karakter Raminten di dunia hiburan menginspirasi Hamzah untuk membawa karakter ini ke dunia nyata melalui pendirian The House of Raminten pada 26 Desember 2008.
Restoran ini mengusung konsep tradisional Jawa yang kental, baik dari segi arsitektur, menu, hingga pelayanan.
Alasan Pendirian Patung Raminten
Patung Raminten didirikan sebagai penghormatan terhadap karakter yang telah menjadi ikon budaya dan kuliner Yogyakarta.
Patung ini menggambarkan sosok perempuan Jawa dengan busana tradisional, mencerminkan identitas dan nilai-nilai budaya yang diusung oleh restoran tersebut.
Selain sebagai simbol identitas restoran, patung Raminten juga berfungsi sebagai daya tarik wisata.
Banyak pengunjung yang menjadikan patung ini sebagai latar untuk berfoto, menambah pengalaman budaya mereka saat berkunjung ke Yogyakarta.
Warisan Budaya yang Terus Hidup
Meskipun Hamzah Sulaiman telah berpulang, warisan budaya yang ia tinggalkan melalui karakter Raminten dan restoran The House of Raminten tetap hidup dan terus berkembang.
Patung Raminten menjadi simbol abadi dari dedikasi Hamzah dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Jawa kepada generasi muda dan wisatawan dari berbagai penjuru. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva