JOGJA - Dunia seni dan budaya Yogyakarta berduka, Hamzah Sulaiman atau yang lebih dikenal sebagai Raminten tutup usia pada pada Rabu (23/4/2025) di Rumah Sakit Sardjito pukul 22.34.
Sosok seniman sekaligus pengusaha asal Yogyakarta itu meninggal dunia di usianya yang menginjak 75 tahun setelah mendapatkan perawatan intensif sejak Senin (21/4/2025).
Suasana duka menyelimuti rumah duka Hamzah Sulaiman yang berada di PUKJ Kabupaten Bantul pada Kamis (24/4/2025).
Ratusan pelayat nampak berdatangan untuk mendoakan sosok yang dikenal sebagai Raminten tersebut.
Hamzah memang menjadi sosok penting dalam dunia kuliner dan budaya di Yogyakarta.
Dia merupakan pendiri Raminten Group dan Hamzah Batik yang selama ini dikenal sebagai jujugan bagi wisatawan jika ingin menikmati kuliner dan mencari oleh-oleh.
Adapun Hamzah Sulaiman juga dikenal sebagai Raminten, sosok yang dia perankan dalam salah satu sitkom di televisi swasta.
Bagi sebagian orang, Raminten bukan sekedar pengusaha.
Namun juga sosok pelestari budaya yang mengusung konsep usaha dengan menggabungkan sisi tradisional dan modern.
Perwakilan Keluarga Hamzah Sulaiman, Parjiyono Wijoyo mengatakan, Hamzah Sulaiman selama dikenal sebagai sosok yang sederhana dan memiliki keinginan kuat untuk berbuat dengan orang lain.
Itu juga yang menjadi arti namanya, yakni Ora Sepinten atau tidak seberapa dalam bahasa Jawa.
“Saya mengenal beliau sebagai sosok yang sangat sederhana dan sangat mengajari pada kami untuk selalu berbuat baik kepada orang lain,” ujar Parjiyono saat ditemui di PUKJ.
Parjiyono menyampaikan, bahwa nama Raminten yang selama ini disandang oleh Hamzah Sulaiman juga tidak datang begitu saja.
Nama itu didapatkan dari perannya di sitkom televisi.
Sekaligus menjadi nama panggungnya di kesenian ketoprak.
Baginya, Hamzah Sulaiman bukan sekedar seorang pengusaha yang hanya mengejar materi saja.
Namun melalui usaha seperti Hamzah Batik dan Raminten Group, sosoknya juga punya komitmen untuk mengenalkan budaya Jawa kepada semua orang.
Bahkan selama masih sangat sehat, Hamzah Sulaiman juga cukup aktif terlibat di internal Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai abdi dalem.
Itu juga yang membuat pria kelahiran 7 Januari 1950 itu menyandang gelar Kanjeng Mas Tumenggung Tanoyo Hamiji Nindyo sejak tiga tahun lalu.
Parjiyono mengaku, untuk penyebab kematian Hamzah Sulaiman sendiri menurutnya karena usia yang terbilang sudah cukup tua.
Sebelum tutup usia, Hamzah diketahui selalu berpesan kepada keluarga dan karyawannya untuk selalu menanamkan nilai luhur dan berbuat baik kepada sesama.
“Beliau sangat mengajari kami untuk selalu berbuat baik kepada orang lain, khususnya memanusiakan manusia. Itu yang kami selalu diajari beliau,” ujar Parjiyono yang juga merupakan Manajer Pengembangan Hamzah Batik ini. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin