JOGJA - Pemprov DIY menyiapkan pengembangan Lumbung Mataraman sebagai bagian dari Program Koperasi Merah Putih yang dicanangkan Presiden Prabowo.
Program ini menargetkan pendirian 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Beny Suharsono mengatakan, dalam mewujudkannya tidak akan mengubah struktur koperasi atau BUMDes yang sudah ada.
“Namun akan mendesain Lumbung Mataraman menjadi Koperasi Merah Putih," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jogja, Rabu (23/4/2025).
Rencana tersebut sudah dikomunikasikan dengan Dinas Koperasi dan UKM (DinkopUKM) DIY maupun kabupaten/kota.
Lumbung Mataraman sebagai program ketahanan pangan desa diharapkan bisa menjadi pendukung makan bergizi gratis (MBG). Terlebih jika sudah dikuatkan menjadi Koperasi Merah Putih.
"Ide dasarnya karena Lumbung Mataraman berkontribusi pada masyarakat sekitar untuk mengolah ketahanan pangan untuk kebutuhan lokal," tuturnya.
Data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY mencatat saat ini terdapat 55 Lumbung Mataraman yang tersebar di empat kabupaten.
Sedikitnya, 11 titik di antaranya sudah bisa diberdayakan sebagai bagian dari Koperasi Merah Putih.
Namun, Beny mengakui program Lumbung Mataraman belum diterapkan di wilayah Kota Jogja.
Hal ini karena karakteristik wilayah kota yang tidak memiliki banyak area pertanian seperti kabupaten lainnya.
Meski begitu, konsep Koperasi Merah Putih di Kota Jogja akan disesuaikan dengan kebutuhan lokal, seperti koperasi jasa atau kuliner.
"Kan kebutuhannya tidak harus koperasi simpan pinjam, jasa ataupun kuliner untuk Koperasi Merah Putih," jelasnya.
Beny menyebut, seluruh kabupaten di DIY telah memiliki titik Lumbung Mataraman, dengan sebaran terbanyak di Kabupaten Gunungkidul.
Ia berharap percepatan implementasi program ini bisa mendukung target nasional pendirian 80 ribu koperasi.
“Anggarannya dari pusat, tapi untuk saat ini belum ada rincian. Kami masih dalam tahap survei lapangan dan kesiapannya dulu," jelasnya.
Baca Juga: Umat Katolik di Jogja Khusyuk Kenang dan Doakan Paus Fransiskus lewat Misa Arwah di Empat Gereja Serentak
Kepala DPKP DIY Syam Arjayanti mengatakan, program Lumbung Mataraman untuk meningkatkan produksi pangan mandiri.
Konsep pertanian tradisional yang diangkat kembali untuk menjawab tantangan ketahanan pangan.
"Pemanfaatnya dari sumber daya lokal secara optimal, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, dan pengembangan sistem pertanian yang ramah lingkungan," ujarnya.
Ia berharap program tersebut meningkat untuk memperkuat ekonomi daerah. Selain itu juga sebagai kelestarian alam dan pendukung program dari pemerintah pusat. (oso/wia)