JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja melakukan perbaikan atau revitalisasi terhadap pergola di Jalan Kleringan, Danurejan atau yang berada tepat di bawah Jembatan Kewek.
Perbaikan tersebut dilakukan karena fasilitas tersebut dinilai sudah rusak.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik DLH Kota Jogja Rina Aryati Nugraha mengatakan, perbaikan pergola di Jalan Kleringan dilakukan pihaknya karena sudah dalam kondisi keropos.
Sehingga dinilai cukup membahayakan bagi pengguna jalan.
Dalam kegiatan perbaikan pergola tersebut, menurutnya, dinas melakukan penambalan dengan teknik las.
Dalam arti, DLH Kota Jogja hanya memperbaiki titik pergola yang dirasa rawan atau tidak melakukan pengadaan pergola baru.
“Sebagian kami perbaiki dan dipasang lagi, jadi tidak ada pemasangan baru."
"Untuk yang tidak bisa diperbaiki kami amankan,” ujar Rina saat dikonfirmasi, Rabu (23/4/2025).
Rina menyampaikan, sejak dipasang sekitar tahun 2012-2013 lalu, pergola di Jalan Kleringan memang belum pernah perbaikan.
Sehingga tidak dipungkiri jika kondisinya memprihatinkan karena termakan usia selama belasan tahun.
Sebagai informasi, pengadaan pergola yang dilakukan pada masa kepemimpinan Haryadi Suyuti itu juga pernah tersandung kasus hukum.
Yakni korupsi pengadaan pergola pada sejumlah titik ruas jalan di Kota Jogja.
Kasus itu merugikan negara hingga ratusan juta rupiah.
Sementara di masa kepemimpinan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, politisi PDI Perjuangan itu berkomitmen untuk menambah kehadiran Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP).
Sebab menurut Hasto, banyak masyarakat yang menginginkan ada ruang publik di wilayahnya.
Hasto menyebut, kehadiran RTHP memang dibutuhkan karena masyarakat ingin tempat untuk melakukan berbagai aktivitas.
Misalnya seperti ruang untuk mengasuh anak atau sekedar menghabiskan waktu di sore hari.
Oleh karena itu, Hasto berkomitmen untuk terus menambah RTHP di Kota Jogja selama lahannya tersedia.
Apalagi, biaya untuk membangun RTHP juga tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan proyek pembangunan gedung.
“Di Stasiun Lempuyangan itu orang pada bawa anaknya di di situ kan."
"Aduh, saya terenyuh itu saking tidak adanya tempat untuk publik."
"Jadi saya akan terus menambah RTHP,” katanya beberapa waktu lalu. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin