Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PHRI DIY Targetkan 75 Persen Okupansi Hotel Saat Momen Long Weekend, Gencarkan Promosi untuk Gaet Tamu

Gregorius Bramantyo • Rabu, 23 April 2025 | 05:00 WIB

 

TEMPAT SINGGAH: Sejumlah bangunan hotel yang berada di Jalan Pasar Kembang, Kota Jogja beberapa waktu lalu.
TEMPAT SINGGAH: Sejumlah bangunan hotel yang berada di Jalan Pasar Kembang, Kota Jogja beberapa waktu lalu.

JOGJA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY tetap menaruh optimisme terhadap peningkatan tingkat hunian atau okupansi kamar hotel di wilayah tersebut dalam waktu dekat. Harapan ini didorong oleh adanya sejumlah hari libur nasional dan akhir pekan panjang (long weekend) yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, pihak perhotelan terus melakukan berbagai upaya strategis untuk menarik minat wisatawan agar memilih menginap di hotel-hotel yang ada di DIY. Salah satu langkah utama yang tengah digencarkan adalah promosi mandiri oleh para pelaku industri perhotelan.

 Baca Juga: Ditangkap di Mal Magelang, Mengaku Dapat Uang Palsu dari Artis Film Kolosal Sekar Arum Widara

Promosi ini tidak hanya melalui media digital dan kerja sama dengan travel online. Namun juga melibatkan kegiatan kampanye langsung yang menonjolkan daya tarik khas masing-masing hotel.

Menurut Deddy, setiap hotel di DIY memiliki keunikan tersendiri. Untuk itu, pihaknya terus mendorong anggota PHRI untuk menonjolkan karakteristik tersebut dalam upaya promosi mereka. "Di samping itu, pelayanan yang berkualitas dan ramah juga terus kami tekankan agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali," ujar Deddy, Selasa (22/4/2025).

 Baca Juga: Pecinta Marshmallow Wajib Perhatikan Ini! BPOM Temukan 9 Marshmallow Mengandung Babi, Termasuk Sudah Bersertifikat Halal, Ini Dia Daftarnya

PHRI DIY menargetkan tingkat hunian kamar hotel bisa mencapai angka 75 persen pada momen-momen libur panjang. Meski tantangan seperti penurunan daya beli masyarakat masih terasa, Deddy menegaskan bahwa semangat dan optimisme harus tetap dijaga.

“Kami menyadari bahwa kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih. Namun, kami percaya dengan usaha maksimal, target tersebut tetap bisa diraih,” katanya.

 Baca Juga: Peserta Pelatihan Barbershop BLK Disnaker Kota Magelang, Praktik di Pasar Rejowinangun dan Kebonpolo

Deddy juga berharap kepada pemerintah daerah maupun pusat untuk lebih memperhatikan sektor perhotelan yang menjadi salah satu tulang punggung pariwisata di DIY. Dia mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif atau relaksasi. Seperti pengurangan pajak, keringanan retribusi air bersih dari PDAM, serta subsidi listrik dari PLN.

Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan oksigen bagi industri perhotelan agar bisa terus bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi.

“Hingga saat ini, ada sekitar 45 hotel yang telah melakukan efisiensi dengan mengurangi jam kerja karyawan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, pada momen libur Paskah yang jatuh pada 18-20 April lalu sempat memberikan angin segar bagi industri perhotelan di DIY. Berdasarkan catatan PHRI, rata-rata okupansi hotel mencapai angka 60 persen selama dua hari, yakni Jumat (18/4/2025) dan Sabtu (19/4/2025). Namun, peningkatan ini masih belum merata di seluruh wilayah DIY. Lebih banyak terfokus di Kota Jogja serta Kabupaten Sleman.

“Mayoritas tamu hotel pada libur Paskah berasal dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Rata-rata mereka menginap selama dua malam,” jelas Deddy. (tyo)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#long weekend #libur paskah #phri diy #tingkat hunian #okupansi hotel #DIY #promosi #phri #libur nasional #keunikan #Wisatawan #Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia