JOGJA - Upaya menggejot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pertanian tengah diupayakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. Salah satu program yang sudah direncanakan adalah dengan pengembangan agropolitan dan agroeduwisata.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sukidi mengatakan, agropolitan memang menjadi salah solusi pengembangan pertanian untuk wilayah perkotaan. Sebab dengan konsep tersebut memadukan sektor pertanian dengan edukasi, wisata dan pemberdayaan masyarakat.
Sukidi menilai, salah satu potensi agropolitan yang dapat dikembangkan menjadi agropolitan adalah Kebun Bibit Tegalrejo. Lokasi tersebut dapat digodok menjadi sistem pertanian terpadu di tengah kota.
Kemudian selain itu, pemkot juga memiliki Kebun Plasma Nuftah Pisang yang memilki ratusan varietas pisang. Pusat pengembangan bibit pisang yang berlokasi di Giwangan, Umbulharjo itu bahkan mendapat predikat kebun pisang dengan jenis terlengkap di Asia Tenggara.
“Kebun Plasma Nutfah Pisang memiliki lebih dari 300 varietas pisang,” ujar Sukidi, Selasa (22/4/2025).
Menurut dia, Kebun Plasma Nuftah Pisang rencananya juga akan dikembangkan sebagai agroeduwisata. Yakni sebuah konsep yang tidak hanya memanfaatkan kebun sebagai konservasi saja. Namun juga sarana edukasi bagi siapapun yang ingin belajar tentang pisang.
Sukidi pun yakin, dengan terus dikembangkannya agrowisata maupun agropolitan dapat menghasilkan tambahan penghasilan. Baik itu yang bisa didapatkan oleh masyarakat maupun pemerintah melalui pendapatan asli daerah (PAD).
“Harapannya bisa menyumbang PAD secara signifikan,” terang Sukidi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menyampaikan, keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk mengembangkan sektor pertanian. Khususnya yang dapat dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan pangan.
Wawan menyebut, agropolitan bisa menjadi salah satu konsep untuk menjawab pengembangan sektor pertanian di tengah minimnya lahan pertanian. Oleh karena itu, dia berharap agar inovasi dalam pertanian di Kota Jogja bisa terus berkembang.
“Sehingga nantinya Kota Jogja bisa punya keunggulan serta kekuatan baru untuk peningkatan PAD, yang ujungnya adalah mendorong pembangunan dan kesejahteraan,” terangnya.
Secara terpisah, Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Fajar Kurniawan menilai, keberadaan Kebun Plasma Nuftah Pisang harus terus didukung dan dikembangkan. Sebab kebun yang membudidayakan ratusan varietas pisang itu nyatanya menyumbang PAD dengan nilai yang lumayan.
Awan sapaannya membeberkan, pada tahun 2022 kebun tersebut berhasil menyumbang PAD sebesar Rp. 36,64 juta. Lalu pada tahun 2023 naik 7,9 persen atau menjadi sebesar Rp. 39,82 juta. Tren positif terus ditunjukan pada tahun 2024 yang mampu meraih hingga Rp. 40,98 juta sampai akhir tahun.
“Tren positif kontribusi Kebun Plasma Nuftah Pisang terhadap PAD Kota Jogja harus diterjemahkan sebagai peluang yang perlu dioptimalkan dengan kolaborasi multi stakeholder,” pesan Awan. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin