Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Penyebaran Antraks Jelang Idul Adha, Pemkot Jogja Mulai Perketat Pengawasan Ternak

Iwan Nurwanto • Senin, 21 April 2025 | 21:44 WIB
Penanganan Antraks oleh tim Dinkes Sleman
Penanganan Antraks oleh tim Dinkes Sleman

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mulai mewaspadai penyebaran penyakit antraks. Upaya pengawasan pun dilakukan agar hewan ternak yang masuk dan dipotong dalam kondisi sehat. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha seperti sekarang.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sri Panggarti mengatakan, dalam upaya pengawasan ternak pihaknya akan memperketat koordinasi lintas sektoral. Sehingga hewan yang masuk ke Kota Jogja benar-benar dalam kondisi sehat.

Menurutnya, dalam pengawasan antraks DPP Kota Jogja aka fokus terhadap aktivitas rumah potong hewan (RPH) Giwangan. Dimana hewan yang masuk ke Kota Jogja melalui RPH Giwangan akan dipastikan kesehatannya sebelum disembelih.

“Untuk hewan yang dipotong harus dipastikan sehat dan tidak antraks. Kalau antraks tidak boleh dipotong dan harus ditolak,” ujar Panggarti saat dikonfirmasi, Senin (21/4/2025).

Selain mengantisipasi aktivitas pemotongan, menurutnya DPP Kota Jogja juga telah rutin melakukan monitoring terhadap kandang-kandang milik peternak. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan edukasi dan bakal ditingkatkan mendekati hari raya Idul Adha.

Lebih lanjut, Panggarti menyatakan, pihaknya juga akan mengawasi lalu lintas ternak yang masuk ke Kota Jogja dengan memastikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Hewan yang masuk pun wajib diketahui oleh petugas DPP Kota Jogja.

Dia juga meminta, agar para peternak yang akan membeli ternak dari luar daerah wajib diisolasi atau dipisahkan dengan ternak lain dalam jangka waktu tertentu. Selama masa isolasi tersebut pula juga dipantau bagaimana kondisi kesehatan ternaknya.

“Misalnya dia nafsu makannya seperti apa, kotorannya seperti apa, kemudian secara fisik bagaimana. Kalau terlihat tidak sehat bisa menghubungi kami,” katanya.

Jika melihat pengalaman Idul Adha tahun lalu, Pemkot Jogja diketahui pernah menerjunkan 166 petugas pemantauan penyembelihan di luar RPH Giwangan. Pemantauan itu bertujuan untuk memastikan hewan kurban sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Kepala DPP Kota Jogja Sukidi menyampaikan, petugas pemantauan memiliki tugas untuk memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban sebelum dan sesudah disembelih.

Termasuk memberikan arahan kepada panitia penyembelihan hewan kurban jika ditemukan penyakit pada hewan kurban.

"Tujuan pemantauan ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, bahwa hewan yang disembelih dan daging yang akan dikonsumsi betul-betul aman dan sehat," terang Sukidi. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Anthrax #Kota Jogja #idul adha #hewan kurban #sapi #antraks