JOGJA - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq berencana menerjunkan tim penyelidik untuk mengusut permasalahan sampah di Kota Jogja. Hal tersebut disampaikan olehnya kepada awak media di Kulonprogo pada Sabtu (19/4/2025) lalu.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku, terkait dengan pengelolaan sampah selama ini pemkot selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY. Termasuk dalam hal pembuangan ke TPA Piyungan.
Kemudian diluar pembuangan ke TPA Piyungan, kata Hasto, pemkot juga melaksanakan pengelolaan sampah menggunakan insinerator. Serta melakukan pengosongan depo-depo agar pengolahan sampah bisa dilakukan secara real time.
Disamping itu, Pemkot Jogja diketahui juga memiliki empat Unit Pengelolaan Sampah (UPS). Seperti TPS3R Nitikan, TPS3R Kranon, TPS3R Karangmiri, dan TPS3R Piyungan yang mampu memilah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
“Jadi (sampah) sudah terealisasi semua. Yang kami tidak mampu mengalokasikan maka kami ke mitra,” ujar Hasto, Senin (21/4/2025).
Mantan Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 menyatakan, untuk mitra saat ini pemkot sudah bekerjasama dengan dua badan usaha pengelolaan sampah di Panggungharjo, Sewon dan di Bawuran, Pleret.
Hasto pun mengaku optimistis, bahwa produksi sampah bisa teratasi seluruhnya. Sebab produksi sampah mingguan di Kota Jogja mencapai 1.423 ton. Sementara kemampuan pemkot untuk mengolah sampah sebesar 1.650 ton.
Kendati begitu, diakuinya, kemampuan tersebut baru penghitungan secara matematis. Sehingga perlu ada pengawasan ketat dari organisasi perangkat daerah terkait agar proses pengelolaan bisa berjalan lancar. Misalnya, dengan menyiapkan armada truk pengangkut sampah jika kebutuhannya kurang.
“Saya pesan supaya dikawal betul, agar memberikan layanan yang nyaman kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Agus Tri Haryono menyampaikan, untuk saat ini 14 depo besar sudah dalam kondisi kosong. Kemudian 31 TPS juga sudah ditutup dan 17 di antaranya dilakukan pembongkaran.
Agus mengaku, pihaknya mengupayakan agar seluruh depo maupun TPS tersebut bisa terus dalam kondisi kosong. Seiring dengan berjalannya pengelolaan sampah secara real time, Pemkot Jogja juga akan menerapkan penjemputan sampah melalui penggrobak atau transporter.
“Saat ini sudah ada 1.130 transporter yang bekerjasama dengan pemkot dan bertugas di 45 kelurahan,” terangnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin