JOGJA- Proses rotasi pejabat eselon dua Pemprov DIY yang dilaksanakan pukul 09.00 pagi ini berjalan senyap.
Tidak banyak yang mengetahui. Benar-benar rahasia. Bahkan pelantikan yang biasanya dilakukan di lokasi terbuka, Bangsal Kepatihan, kali ini dipindah.
Lokasinya diganti ke ruangan tertutup. Gedhong Pracimasana kompleks Kepatihan. Ini baru kali pertama setelah pandemi Covid-19 berakhir.
Tak hanya itu, proses pelantikan juga tidak melibatkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY.
Tugas BKD selama ini antara lain mengurusi mutasi dan promosi pejabat.
“Prosesnya langsung ditangani Pak Beny. Makanya banyak yang tidak tahu,” ujar seorang sumber Minggu (20/4/2025).
Beny yang dimaksud sumber itu tidak lain adalah Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Beny Suharsono.
Adapun pelantikan terkait bakal digesernya dua Srikandi pemprov Kepala BKD Amin Purwani serta Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Christina Erni Widyastuti.
Sumber itu mengatakan, dalam sebuah acara syawalan, Beny sempat menceritakan latar belakang di balik rotasi Amin dan Erni.
“Pelantikan dua Srikandi itu top down dari Pak Gub (gubernur, Red),” ceritanya seraya menambahkan arahan mutasi disampaikan di keraton.
Setelah rotasi tersebut selesai, bakal dilanjutkan dengan pembentukan panitia seleksi (pansel) Sekprov.
Tim yang akan ditunjuk sudah disiapkan.
Ini mengantisipasi bakal pensiunnya Beny per 1 Juni 2025 ini. “Siapa-siapanya sudah ada arahan Pak Gub,” lanjut dia.
Kembali soal tidak dilibatkannya BKD, mengundang pertanyaan. Amin sempat menghadap Beny menanyakan dipindahnya dirinya dari kepala BKD. “Dijawab sesuai arahan AB 1,” tuturnya.
Sumber yang dikenal punya kedekatan dengan banyak pejabat di pemprov itu memahami logika positif Beny.
Dimutasinya kepala BKD dilakukan agar bila Amin ikut seleksi calon Sekprov tidak dalam rangkap posisi.
“Sebagai pemain maupun pengatur,” sebutnya. Dalam beberapa kali seleksi Sekprov, diketahui kepala BKD berperan sebagai sekretariat pansel.
Bagaimana dengan Erni? Sumber itu membenarkan Erni dipindah dari kepala badan diklat sebagai kepala dinas perhubungan.
Dia mendapatkan tugas menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) soal Taman Parkir Abu Bakar Ali dan Stasiun Lempuyangan.
Masih soal rotasi, sumber lain yang punya jaringan di lingkungan Baperjakat membisiki ada kemungkinan Amin tidak digeser ke Gunung Sempu sebagai kepala badan diklat.
Tapi ditarik ke kompleks Kepatihan. “Masuk ke gandhok tengen, ruang asisten,” bisiknya.
Amin bakal menempati kursi Asisten Sekprov Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat DIY. Selama hampir setahun Amin juga merangkap sebagai Plt asisten.
Terpisah, Amin yang ditanya soal mutasi dirinya dari kepala BKD enggan memberikan tanggapan.
Alumnus FH Universitas Islam Indonesia (UII) itu minta agar ditunggu saja sampai pelantikan.
“Wangsite pripun (Petunjuk gaibnya seperti apa, Red). BiasanyaRadar Jogja dapat wangsit duluanto,” katanya.
Saat dikejar terkait beredarnya infomasi pelantikan kali ini tanpa melibatkan instansinya BKD, Amin tidak bersedia berkomentar. “No comment,” hindarnya.
Seperti ditulis Radar Jogja edisi Sabtu (19/4/2025) beredar tiga nama pejabat eselon dua yang dimutasi.
Selain Amin dan Erni, ada satu nama lainnya Kepala Biro Hukum Setprov DIJ Hary Setiawan.
Nama Hary diplot sebagai pengganti Amin, kepala BKD. Ini promosi kedua bagi Hary dalam waktu setahun terakhir.
Dia dilantik sebagai kepala biro hukum sejak 2 Februari 2024. Jabatan sebelumnya kepala bagian pelayanan dan bantuan hukum biro hukum. Eselon III/a.
Dari kepala biro, pria yang pada 21 Juli nanti berulang tahun ke-45, hari ini bakal dilantik menjadi kepala BKD.
Promosi lainnya juga dialami Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY Cahyo Widayat.
Kabarnya nama Cahyo masuk daftar promosi eselon dua sebagai kepala Biro Pengembangan Infrastruktur dan Pembiayaan Pembangunan (PIWPP) Setprov DIY.
Mantan kepala badan layanan pengadaan (BLP) DIY itu menempati kursi yang ditinggalkan Yudi Ismono yang dipromosikan sebagai sekretaris DPRD DIY sejak Februari lalu.
Cahyo yang dihubungi tidak membenarkan atau menolak informasi soal namanya itu.
“Saya tidak tahu adanya pelantikan besok (hari ini, Red),” tegasnya.
Tidak banyak keterangan yang disampaikan birokrat yang pernah berkarir di BLH dan Bappeda DIY tersebut.
Setali tiga uang, Erni kembali mengaku tidak mengetahui kabar dirinya bakal dilantik sebagai kepala dinas perhubungan. “Kula mboten ngertos. Belum tahu ada undangan atau tidak,” kelitnya.
Sekprov DIY Beny Suharsono belum merespons saat dihubungi kemarin.
Namun melalui undangan nomor B/400.14.1.1/1486/BR.7 tanggal 17 April 2025, Beny mengundang kehadiran sejumlah kepala OPD.
Mereka diminta menghadiri upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama (JPT) Pemprov DIY.
Pelantikan dijadwalkan bertepatan dengan Hari Kartini 21 April 2025 pukul 09.00 di Bangsal Pracimasana.
“Undangan memakai pakaian sipil lengkap dan pejabat yang dilantik busana Jawa Gagrak Yogyakarta. Dimohon hadir 30 menit sebelum acara,” pesan Beny dalam undangan warna putih berkop lambang negara burung Garuda. (oso/kus/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita