JOGJA - Tahun ini Jogja akan menjadi tuan rumah konferensi international textule manufacturers federatiin (ITMF) dan international apparel federatiin (IAF) pada Oktober mendatang.
Agenda tersebut menjadi peluang membangkitkan industri tekstil di wilayah DIY.
"Acaranya kemungkinan diselenggarakan 24-25 Oktober," ujar Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja Minggu (20/4/2025).
Dia menyebut, Jogja dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena daerah ini terkenal dengan heritage dan produk batiknya.
Targetnya, dengan adanya penyelenggaraan konferensi ITMF dan IAF di Jogja mampu membangkitkan industri tekstil, terutama dari sisi industri kecil dan menengah (IKM) yang bergerak di sektor tersebut.
"ITMF akan dihadiri 75 negara, total sekitar 300 delegasi," tuturnya.
Informasinya selama tanggal 23-27 Oktober juga akan ada even regional untuk Asosiasi Pertekstilan se-Asean (Aftex) yang akan dihadiri oleh 30 delegasi dari sembilan negara Asean.
Wakil Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY Timotius Aprianto menambahkan, adanya agenda internasional menjadi bagian dari upaya reindustrialisasi di Indonesia.
Di mana industri di Indonesia sedang mengalami situasi yang tidak baik-baik saja, menghadapi ketidakpastian di tingkat global.
“Kami menekankan juga, bagaimana IKM ini mendapat perhatian khusus sebagai soko guru ekonomi nasional” jelasnya.
Menurutnya produk tekstil, termasuk ekspornya menempati urutan pertama sebagai penyumbang terbesar dari 11,8 persen industri pengolahan untuk produk domestik regional bruto (PDRB) DIY.
Selanjutnya posisi kedua ada furniture dan kerajinan. Sedangkan industri kulit menempati urutan ke tiga.
“Selain mendapat kehormatan menjadi tuan rumah, kita juga berharap, bahwa ini akan menjadi penggerak ekonomi baru di situasi yang penuh ketidakpastian ini,” tambahnya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita