Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Per 1 Mei Bus Listrik Pindah Trayek, Ngabean dan Kridosono Bakal Jadi Tempat Keberangkatan

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 19 April 2025 | 04:30 WIB

 

Bus Lisrik
Bus Lisrik
 

JOGJA - Trayek operasional Bus Listrik milik Pemprov DIY dipastikan jadi bergeser mulai 1 Mei. Parkiran Ngabean dan Kridosono menjadi pilihan lokasi keberangkatan awal bus itu.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan DIY Wulan Sapto Nugroho mengagendakan pertemuan rapat pembahasan pergeseran trayek tersebut pekan depan. Beberapa pihak yang dilibatkan, di antaranya, operator dan Dishub Kota Jogja, dengan target per satu Mei sudah geser trayek.

"Akhir bulan ini kami akan sosialisasi dulu untuk pergeseranhnya, agar masyarakat tahu dan tidak kecelik," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (18/4).

Dua opsi lokasi keberangkatan awal mengerecut di dua tempat area Kota Jogja yakni sisi timur di Kridosono dan sisi barat di Ngabean. Namun  keputusan jelasnya ditentukan berdasarkan hasil rapat. "Perlintasan Bus Listrik tetep di kota, khususnya sumbu filosofis," tuturnya.

Selain karena operasional Bus Listrik diprioritaskan di Kota Jogja, pemilihan dua rute itu juga berdasarkan hasil uji coba teknis operasional yang telah dilakukan di dua rute itu. Uji coba dilakukan untuk mengetahui daya tahan baterai, teknis berapa kali muter dan sebagainya.

"Nanti charger-nya tetap di Bandara Adisutjipto. Jadi baterai 30 persen audah harus kembali ke bandara," terangnya.

Menurutnya, karakteristik penumpang Bus Listrik di Jogja bukan kebutuhan transportasi harian. Mayoritas penumpang hanya ingin menikmati pengalaman menggunakan transportasi umum untuk sekadar jalan-jalan. "Bukan orang kerja yang tiap hari pakai itu. Memang ada namun belum banyak,"  jelasnya.

Saat ini Bus Listrik masih beroperasi di trayek 1 A yang berangkat mulai halte Bandara Adisutjipto dan keliling melalui Jalan Malioboro. Trayek itu tumpang tindih dengan rute Trans Jogja 1 A, sehingga operasional bus listrik tidak maksimal untuk menggaet banyak penumpang.

"Besok kalau geser dari Ngabean, teknisnya bisa seperti shuttle bus karena putarannya lebih banyak sehingga bisa membawa lebih banyak penumpang," tandasnya.

Ia menegaskan trayek yang akan dipilih sebagai jalur Bus Listrik berbeda dengan Trans Jogja. Jadi tidak tumpang tindih. Rute nantinya akan lebih pendek, difokuskan untuk menbawa penumpang di area sekitar Malioboro.

"Pemberhentian bus nantinya sama di halte-halte Trans Jogja di area rute yang telah ditentukan," ujarnya.

Kemungkinan dua Bus Listrik yang dimiliki Pemprov DIY itu akan digeser dalam satu trayek yang sama. Namun jawaban pastinya setelah rapat koordinasi. "Yang jelas biaya masih gratis sampai Desember," bebernya. (oso/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Trayek #Pemprov DIY #Kota Jogja #transportasi #halte #operasional #lokasi #Kridosono #trans jogja #Jalan Malioboro #uji coba #baterai #parkiran #pilihan #shuttle bus #Ngabean #bergeser #Bandara Adisutjipto #bus listrik #penumpang #daya tahan #Sumbu Filosofis