APKJ Ajak Pelaku Usaha Utamakan Transformasi Digital dalam Mengembangkan Bisnis
Fahmi Fahriza• Sabtu, 19 April 2025 | 00:34 WIB
Sesi seminar kreatif yang diinisiasi oleh Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya (APKJ), membahas pentingnya transformasi digital dalam pengembangan bisnis yang harus dilakukan para pengusaha.
JOGJA - Tranformasi digital jadi salah satu aspek paling krusial yang perlu dimiliki dan dilakukan oleh pelaku usaha.
Hal tersebut yang juga menjadi kepedulian Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya (APKJ) Yogyakarta, dengan menghadirkan para pengusaha muda di wilayah DIY.
Teranyar, APKJ sendiri baru saja menggelar seminar kreatif lintas sektor dengan beberapa stakeholder.
Salah satu anggota APKJ M. Rizky Pratama mengungkapkan, APKJ berkolaborasi dengan Block 71 Yogyakarta, dan Biznet, yang bertujuan untuk memberi wawasan dan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya transformasi digital dalam mengembangkan bisnis mereka.
"Dengan tema digital transformation to scale up your business, kami undang banyak pelaku usaha, start-up, dan investor yang ingin tahu bagaimana teknologi dapat menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan bisnis," katanya, Kamis (17/4/2025).
Secara garis besar, Rizky menyampaikan bahwa APKJ saat ini tengah menggencarkan berbagai kegiatan yang melibatkan pengusaha di wilayah DIY.
Bukan tanpa sebab, hal tersebut dilakukan sebagai rangkaian acara menuju event utama APKJ, yakni Meet The Investor (MTI) #2.
"Salah satu tujuan seminar ini untuk mengenalkan event besar MTI #2, yang digelar pada 17 hingga 18 Mei 2025 di GIK UGM nanti," tutur Rizky yang juga ketua panitia MTI #2
Dalam seminar tersebut, tutur hadir salah satu Anggota DPRD DIY Dr. Raden Stevanus sebagai narasumber.
Ia banyak memberikan perspektif tentang kebijakan pemerintah dalam mendukung transformasi digital di sektor usaha.
"Transformasi digital bukan sekadar adopsi perangkat teknologi baru, tetapi juga perubahan mendasar dalam pola pikir dan model bisnis," urainya.
Stevanus mengatakan, bahwa untuk bisa meraih manfaat maksimal dari transformasi digital, pelaku usaha harus memahami bahwa perubahan ini melibatkan seluruh aspek dalam ekosistem bisnis, termasuk sumber daya manusia, regulasi yang mendukung, serta kesiapan infrastruktur yang memadai.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung transformasi digital di Indonesia.
Menurutnya, kebijakan dan regulasi yang berpihak pada digitalisasi sangat dibutuhkan untuk mempermudah transisi bagi pelaku usaha, khususnya di sektor UMKM.
"Pemerintah perlu memberi dukungan yang lebih kuat dalam bentuk regulasi yang memadai agar pelaku usaha, terutama UMKM, bisa memanfaatkan teknologi digital dengan lebih optimal," tambahnya.
Ia menekankan bahwa dalam mengimplementasikan teknologi, pelaku usaha harus fokus pada solusi untuk masalah yang ada, bukan hanya sekadar mengadopsi teknologi baru tanpa tujuan yang jelas.
"Jangan terjebak di euforia teknologi. Fokuslah pada solusi yang bisa memberi dampak nyata bagi bisnis, baru cari teknologi yang relevan untuk mengimplementasikan solusi tersebut," pesannya. (iza)