Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Potensi Cuaca Ekstrem Masih Jadi Ancaman, BPBD Kota Jogja Ajukan Perpanjangan Status Siaga Darurat Hingga Akhir April 2025

Iwan Nurwanto • Rabu, 16 April 2025 | 22:46 WIB
Ilustrasi dampak cuaca ekstrem.
Ilustrasi dampak cuaca ekstrem.

JOGJA - Potensi cuaca ekstrem masih menjadi ancaman di wilayah Yogyakarta. Kondisi tersebut, yang kemudian mendasari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mengajukan perpanjangan status siaga darurat hingga ketiga kalinya.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja Darmanto mengatakan, pihaknya sudah mengajukan perpanjangan Surat Keputusan (SK) siaga darurat hingga 30 April 2025 mendatang. Adapun saat ini, keputusan tersebut tengah menunggu persetujuan wali kota.

Dijelaskannya, perpanjangan status siaga darurat merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang masih cukup tinggi. Itu seiring dengan masih adanya peringatan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta.

“Kami meminta masyarakat tetap waspada dan rutin memantau informasi cuaca,” ujar Darmanto, Rabu (16/4/2025).

Darmanto membeberkan, bahwa pada bulan April ini potensi dampak bencana ekstrim juga masih tinggi. Hal tersebut nampak dari masih adanya kejadian berupa talud longsor dan beberapa titik pohon tumbang ketika terjadi hujan deras.

Kemudian selama bulan Maret lalu, BPBD Kota Jogja mencatat sebanyak 39 kejadian bencana yang tersebar di berbagai wilayah. Rinciannya terdiri dari 6 kejadian tanah longsor, 19 kejadian pohon tumbang, satu unit EWS yang tersambar petir, kemudian 10 kejadian bangunan roboh dan 4 kejadian lain-lain.

Selama bulan itu pula, juga disalurkan bantuan berupa 23 lembar terpal, 6 paket sembako, dan 3 paket makanan siap saji kepada masyarakat. Pemberian bantuan dilakukan untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

“Sejumlah kejadian yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan bahwa cuaca ekstrem membawa dampak cukup luas di wilayah Kota Jogja,” terang Darmanto.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas menyampaikan, untuk saat ini wilayah DIY tengah memasuki pancaroba. Yakni peralihan dari musim penghujan ke kemarau.

Selama kondisi itu, diakui potensi cuaca ekstrim memang meningkat.

Sehingga BMKG Yogyakarta pun juga meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Terutama bagi yang tinggal di kawasan rawan bencana.

“Kami meminta agar pemerintah dan seluruh masyarakat lebih antisipatif. Terlebih pada potensi bencana yang selalu terjadi ketika musim penghujan telah berakhir,” pesan Reni. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #Angin Kencang #Cuaca Ekstrem #hujan deras #BPBD DIY