Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Lempuyangan Jogja Bersikukuh Menolak, Petugas PT KAI Balik Kanan, Pengukuran Rumah Sengketa Kawasan Stasiun Lempuyangan Batal Dilakukan Hari Ini

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 16 April 2025 | 20:03 WIB
Perwakilan PT KAI mendatangi kediaman Ketua RW 01 Bausasran Anton Handriutomo untuk menyampaikan rencana agenda pengukuran hari ini, Rabu (16/4/2025).
Perwakilan PT KAI mendatangi kediaman Ketua RW 01 Bausasran Anton Handriutomo untuk menyampaikan rencana agenda pengukuran hari ini, Rabu (16/4/2025).

JOGJA - Agenda pengukuran rumah sengketa di lahan Kawasan Stasiun Lempuyangan yang akan dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) hari ini batal dilakukan. Beberapa petugas PT KAI yang mendatangi kediaman Ketua RW pun harus balik kanan karena warga bersikukuh menolak pengukuran. 

Sekitar pukul 09.10, dua orang perwakilan PT KAI mendatangi rumah Ketua RW 01 Bausasran Anton Handriutomo. Satu orang mengenakan seragam tugas PT KAI Daop 6 Yogyakarta dan satunya menggunakan batik biru dan jaket. 

Pertemuan tersebut tak berlangsung lama, sekitar pukul 09.30 mereka mulai terlihat keluar dari kediaman Anton. 

"Kedatangan mereka untuk menginformasikan rencana pengukuran hari ini," ujar Anton kepada wartawan, Rabu (16/4/2025). 

Sebagai pemangku wilayah, dirinya menampung aspirasi masyarakat yang sudah disampaikan kepadanya. 14 warga terdampak semuanya sepakat tetap menolak adanya rencana pengukuran oleh PT KAI. 

"Sebelum ada mediasi antara warga dengan PT KAI melalui Keraton," tuturnya. 

Dari obrolan yang relatif singkat tersebut, Anton diberi penjelasan oleh perwakilan PT KAI bahwa tujuan dari pengukuran mengarah pada pemberian kompensasi.

Pengukuran yang batal dilakukan hari ini itu rencananya difokuskan pada bangunan-bangunan tambahan yang telah dibuat warga.

Bangunan tambahan dalam hal ini adalah bangunan yang terbuat dari dinding yang menempel di bangunan utama yakni rumah bekas Belanda. 

"Misalnya kamar mandi tambahan dan sebagainya, yang dari dinding bukan dari seng itu," jelasnya. 

Ia belum diberitahu kaitannya dengan besaran kompensasi.

Hanya saja, petugas PT KAI tersebut menitip pesan kepada Anton agar menyampaikan kepada warga tujuan dari pengukuran tadi.  

Juru Bicara Warga Antonius Fokki Ardianto menambahkan warga tetap tegas menolak pengukuran.

Perwakilan dari PT KAI meminta untuk penolakan tersebut disampaikan secara tertulis. 

"Kami siap, nanti kami akan kumpulkan warga dulu, rencana surat dikirim sore, kalau warga semua bisa kumpul," tegasnya. (oso)  

Editor : Iwa Ikhwanudin
#stasiun lempuyangan #Daop 6 Jogja #Relokasi #PT KAI #pengukuran tanah