Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Tiga Hari ke Depan, BMKG: Angin Timuran Mendominasi

Iwan Nurwanto • Senin, 14 April 2025 | 03:47 WIB
Ilustrasi hujan lebat disertai angin kencang.
Ilustrasi hujan lebat disertai angin kencang.

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi potensi cuaca buruk hingga beberapa hari ke depan.

Saat ini, atmosfer wilayah DIY tengah didominasi angin timuran yang berpotensi memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasar analisis dinamika atmosfer suhu muka laut di sekitar perairan Jawa terpantau hangat berkisar 29-30 derajat celcius.

Kemudian pola angin timuran pun mendominasi wilayah Jogjakarta dari arah tenggara.

Selain itu, pihaknya juga melihat ada pola belokan angin di sebagian besar Pulau Jawa termasuk DIY.

Lalu untuk kelembaban udara yang tinggi 70-95 persen di lapisan atmosfer. Serta labilitas yang sedang hingga kuat.

“Fenomena ini dapat memicu pembentukan awan konvektif, sehingga menyebabkan hujan yang dapat disertai kilat dan angin kencang,” ujar Warjono, Minggu (13/4/2025).

Berbagai kondisi itu juga memungkinkan terjadi cuaca buruk hingga beberapa ke depan.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama periode 14-16 April 2025.

Menurutnya, sejumlah wilayah juga diprediksi dapat mengalami kondisi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Serta dapat memicu berbagai jenis bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, dan sambaran petir.

Misalnya untuk 14 April 2025 wilayah rawan bencana hidrometeorologi tersebar di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian utara dan tengah, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara-tengah.

Kemudian pada 15 April 2025 wilayah rawan berada di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Sementara pada 16 April 2025 perlu diwaspadai wilayah seperti Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

“Kami mengimbau masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem ini,” pesannya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Nur Hidayat pun meminta, agar masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai juga waspada terhadap bencana hidrometeorologi.

Terlebih selama musim penghujan seperti sekarang.

Upayanya dapat dilakukan dengan selalu memantau informasi terkait dengan prakiraan cuaca.

Kemudian juga memastikan kesiapan jalur evakuasi, dan menyiapkan langkah mitigasi pada lingkungan masing-masing.

“Kami mengingatkan agar masyarakat dapat memahami ancaman bencana apa yang bisa terjadi di wilayah tempat tinggalnya,” pesan Nur. (inu/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Angin timuran #bmkg yogyakarta #Hujan lebat #Angin Kencang #potensi cuaca buruk #disertai petir