JOGJA - Dua Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP), yakni Sadeng dan Gesing, menjadi barometer utama produksi ikan tangkap di DIY.
Memasuki musim pancaroba, aktivitas nelayan pun meningkat, dengan tangkapan harian mencapai sekitar 10 ton.
"Data kemaren (April) di PPP Sadeng, tiga hari mereka melaut bisa mendapatkan 30 ton dan 33 ton,” ujarnya, Sabtu (13/4/2025).
Ia menjelaskan, pada April ini biasanya menunjukkan tren kenaikan hasil tangkapan ikan.
Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca serta siklus musim ikan. Sementara pada awal tahun, hasil tangkapan cenderung menurun.
Tercatat, produksi di Sadeng pada Januari sebesar 171 ton, Februari 188 ton, dan Maret turun menjadi 160 ton.
“Tiga bulan pertama, umumnya hasil tangkapan memang menurun, seperti tren tahun- tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sebagian besar nelayan di DIY masih menggunakan perahu bermotor tempel dan melakukan aktivitas melaut harian.
Namun, beberapa nelayan telah beralih menggunakan kapal berukuran 30 Gross Ton (GT) yang memungkinkan mereka melaut selama tiga hingga lima hari untuk memaksimalkan kapasitas muat kapal.
Selain Sadeng, PPP Gesing yang baru diresmikan pada Oktober 2024 juga mulai berkontribusi terhadap produksi ikan tangkap, meski skalanya belum sebesar Sadeng.
“Produksi di Gesing pada Januari 2 ton, Februari 1,5 ton dan Maret 1,3 ton,” jelasnya.
Pelabuhan tersebut dilengkapi dengan kolam, jalan, dermaga, gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI), sarana MCK umum, power house, gedung pengepakan ikan, musala, pos jaga, bangunan persampahan, tempat parkir, penyimpanan bahan bakar dan akan ditambah gapura pintu masuk.
"Kolam dermaga yang dibangun seluas 1,36 hektare dengan kedalaman 3,5 meter dari surut terendah air laut," terangnya.
Panjang dermaga mencapai 700 meter. Diperuntukan bagi perahu kotor tempel dan kapal motor dengan ukuran sampai dengan 30 GT.
Pada 2025 produksi ikan tangkap di PPP Gesing secara keseluruhan sebanyak 7.319,04 ton.
"Rinciannya 5.434,94 ton ikan tangkap laut dan 1.648,88 ton ikan tangkap perairan darat," bebernya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita