JOGJA - Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melihat adanya potensi peningkatan pasar perikanan setelah adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menggunakan produk ikan segar dari DIY sebagai salah satu menu MBG.
“Kalau ada 60 sampai 70 persen dapur (SPPG) saja yang mengambil menu ikan dengan intensitas seminggu sekali, tentu ini akan menjadi potensi pasar yang luar biasa," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Hery Sulistio Hermawan saat dikonfirmasi, Kamis (10/4/2025).
Peluang pasar baru produsen ikan di DIY berpotensi akan muncul seiring berjalannya program MBG. Menurutnya ikan merupakan lauk yang bisa menjadi solusi penanganan stunting karena mengandung banyak nutrisi.
"Hasil diskusi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, setidaknya dibutuhkan 360 dapur untuk memenuhi MBG di seluruh DIY, artinya ini merupakan potensi yang besar," tuturnya.
Menurutnya tingkat konsumsi ikan masyarakat DIY masih rendah yakni 35,8 kg per kapita per tahun. Angka tersebut jauh di bawah nasional yang mencapai 57,6 kg per kapita per tahun. Pemanfaatan produk ikan dalam MBG juga menjadi salah satu peningkatan tingkat konsumsi ikan di DIY.
“Dari 19 dapur (SPPG) yang sudah beroperasi itu sudah beberapa yang memanfaatkan. Besok kami monev lagi untuk mendiskusikan pengembangan ke depan,” bebernya.
Penyerapan produk ikan, lanjutnya, belum dilakukan setiap hari. Rentang waktunya seminggu sekali atau 10 hari sekali. Ia belum mengetahui perkembangan terkini secara detail kaitannya dengan berapa SPPG yang memanfaatkan produk dari perikanan di DIY, namun dipastikan sudah ada.
“Harapannya bisa paling tidak lima hari sekali. Kemudian kita juga perlu mencari kendalanya, misalnya anak-anak ga suka karena ada durinya atau amis. Itu harus kita antisipasi,” jelasnya.
Ia terus membuat strategi agar pasar ikan DIY lebih efektif masuk untuk menyuplai kebutuhan MBG. Beberapa produk yang diambil diantaranya jenis ikan lele, bandeng serta ikan olahan seperti pepes ikan, nugget ikan, ikan goreng dan sebagainya.
“Menu ikan sudah masuk di MBG. Kedepan perlu kami intensifkan lagi, artinya menu itu bisa menjadi menu rujukan bagi dapur SPPG,” jelasnya.
Terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK N 4 Yogyakarta Widiatmoko Herbimo mengatakan MBG belum dilaksanakan kembali pasca siswa masuk sekolah, Selasa (8/4/2025). Menurut informasi yang ia dapat, pelaksanaan MBG akan kembali diadakan mulai pekan depan.
"Katanya pelaksanaan mulai hari Senin, (14/4/2025)," ujarnya.
Menu MBG pekan depan akan dikembalikan seperti sebelum puasa. Secara data tidak ada tambahan jumlah penerima manfaat MBG di SMKN 4 Yogyakarta. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin