Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanggapi Polemik Warga Stasiun Lempuyangan Jogja, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Bakal Bersurat ke Keraton Ngayogyakarta

Iwan Nurwanto • Rabu, 9 April 2025 | 23:34 WIB
PROTES: Spanduk penolakan penggusuran yang dipasang warga di kawasan pemukiman di sekitar Stasiun Lempuyangan pada Rabu (9/4/2025).
PROTES: Spanduk penolakan penggusuran yang dipasang warga di kawasan pemukiman di sekitar Stasiun Lempuyangan pada Rabu (9/4/2025).

JOGJA - Hasto Wardoyo turut bicara terkait dengan polemik antara warga Kelurahan Bausasran, Danurejan dengan PT. KAI perihal rencana penggusuran rumah-rumah yang selama ini ditempati oleh warga. Wali Kota Jogja itu akan segera bersurat dengan pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Hasto mengatakan, dirinya sudah menerima aduan masyarakat terkait dengan permalasahan tersebut. Sehingga dalam waktu dekat ini pemkot akan bersurat kepada keraton agar bisa mengetahui duduk masalah. Sehingga dapat dipstikan legalitas atas tanah yang selama ini ditempati oleh warga Bausasran.

Menurut Hasto, adanya jawaban dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu nantinya juga akan menjadi dasar bagi pemkot untuk mengeluarkan kebijakan. Agar kemudian ada solusi bagi kedua belah pihak. Baik itu warga yang selama ini menempati tanah maupun PT. KAI yang merasa memiliki hak untuk mengelolanya.

Agar upaya tersebut bisa berjalan lancar, orang nomor satu di Kota Jogja itu sudah juga berencana untuk membentuk tim kecil. Tim tersebut, bertugas untuk berkomunikasi dengan Keraton, Panitikesmo, Kasultanan maupun pihak-pihak yang bersinggungan dengan polemik rencana penataan Stasiun Lempuyangan.

“Kalau sudah saya tahu atas hak tanah dari yang penjelasan keraton nanti, maka saya baru bisa bersikap,” ujar Hasto saat ditemui, Rabu (9/4/2025).

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui di Kantor DPRD Kota Jogja, Rabu (9/4/2025).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui di Kantor DPRD Kota Jogja, Rabu (9/4/2025).

Hasto mengaku, ke depan pemkot juga akan berkomunikasi dengan PT. KAI. Namun, itu setelah pihaknya mendapatkan jawaban dan arahan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat terkait dengan legalitas tanah di Stasiun Lempuyangan yang kini tengah menjadi polemik antara warga dengan PT. KAI.

Dalam ketugasannya sebagai kepala daerah, Hasto menegaskan, bahwa pemkot sangat berharap tanah yang saat ini dipermasalahkan benar-benar dapat digunakan sesuai peruntukannya. Pun kalau ada penataan tentu akan berdampak baik pada semakin cantiknya wajah Kota Jogja.

“Tugas kami membantu warga, misalkan ada tergusur mungkin kami bisa berdiskusi bagaimana solusinya,” terang Hasto.

Pantauan Radar Jogja pada Rabu (9/4/2025) siang, sejumlah spanduk penolakan terhadap rencana penggusuran PT. KAI memang terpasang di kawasan permukiman di sekitar Stasiun Lempuyangan. Dalam spanduk tersebut bertuliskan “ Warga Menolak Penggusuran Oleh PT. KAI, Tanah Ini Milik Kasultanan Ngayogyakarta. Pejah Gesang Nderek Sultan.” 

Ketua RW 01 Bausasran Anton Handriutomo menyampaikan, spanduk tersebut merupakan respon dari warga terkait rencana penggusuran yang dilakukan oleh PT. KAI. Menurutnya, warga menolak keras kebijakan tersebut karena akan sangat dirugikan. Apalagi selama ini banyak warga yang mengais pendapatan dari jasa parkir dan rental motor di kawasan tersebut.

Anton menyebut, dalam sosialisasi yang dilakukan PT. KAI pihaknya didesak agar segera mengosongkan 13 rumah eks rumah dinas PT. KAI yang selama ini ditempati. Namun pihaknya menolak karena bangunan menempati bangunan itu juga mengantongi Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Intinya ini jelas-jelas tanah Sultan Ground, pasti yang menguasai pak Sultan. Kalau ada apa-apa ya Sultan yang berkuasa. Bukan korporasi besar yang menyuruh kami pindah,” tegas Anton. 

Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengaku akan menelusuri permalasahan tersebut. Namun dia belum membebeberkan secara rinci apa yang akan dilakukan oleh PT. KAI.

“Nanti kami akan share jawaban tertulisnya,” terang Feni saat dikonfirmasi wartawan. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#stasiun lempuyangan #KAI Daop 6 Yogyakarta #penggusuran #PT KAI Daop 6