Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Jogja Keluhkan ada Peningkatan Tagihan Listrik Setelah Dua Bulan Diskon dari Pemerintah, PLN: Pola Pemakaian Listrik Meningkat

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 8 April 2025 | 23:18 WIB
Ilustrasi penghematan listrik.
Ilustrasi penghematan listrik.

JOGJA - Setelah dua bulan dapat diskon 50 persen dari pemerintah, tagihan listrik mulai dinormalkan kembali. Beberapa warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bahkan mengeluhkan adanya kenaikan jumlah tagihan terbaru. 

"Januari-Februari ada diskon, mulai Maret malah ada kenaikan kalau di tempat saya," ujar salah seorang warga pemakai PLN, Wanto saat dikonfirmasi, Selasa (8/4/2025).

Warga Sleman tersebut mengatakan tagihan listrik di rumahnya mengalami kenaikan cukup signifikan jika dibandingkan besaran tagihan sebelum program diskon dari pemerintah. Biasanya normal tagihan Rp 335.000 perbulan, namun saat ini tagihan menjadi Rp 600.000. 

"Pas diskon itu tagihannya Rp 180 ribu per bulan," tuturnya. 

Rumahnya menggunakan daya listrik sebesar 900 watt. Menurutnya pemakaian normal seperti biasanya dan tidak ada tambahan alat elektronik yang signifikan, namun mengalami kenaikan dua kali lipat. 

“Dipakai untuk rice cooker, kulkas, AC. AC hidup cuma malam saja, soalnya anak berkeringat dan mudah ruam,” ujarnya.

Ia mengeluhkan jumlah tagihan tersebut cukup besar. Terlebih tagihan muncul setelah momen lebaran yang relatif pengeluaran lebih banyak dibanding bulan-bulan pada umumnya. 

“Ini habis Lebaran agak mikir keras buat bayarnya,” terangnya. 

Ia sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak PLN. Dari pihak PLN memintanya untuk mengirim foto meteran listrik di rumahnya. 

"Tapi belum saya kirim, ini masih kerja," jelasnya. 

Warga Kota Jogja, Yvesta mengatakan tagihan listrik di rumahnya bulan ini juga mengalami kenaikan. Namun jumlahnya tidak sebesar tagihan milik Wanto.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen terhadap Reformasi dalam Revisi UU TNI: Berjanji Tidak Akan Mengkhianati Reformasi!

“Biasanya Rp 120.000 sekarang naik jadi sekitar Rp 140.000,” ujarnya.

Saat diskon tagihan listrik dari pemerintah masih berjalan, ia hanya membayar Rp 60.000 dalam satu bulan. Daya listrik yang terpasang di rumahnya sama dengan milik Wanto yakni 900 watt.

Vice President Komunikasi Korporat PLN Grahita Muhammad mengatakan ada beberapa penyebab terjadi lonjakan tagihan, seperti; peningkatan pemakaian hingga berakhirnya program diskon yang dilaksanakan pada Januari dan Februari lalu.

"Adanya lonjakan tagihan listrik sesudah periode diskon bisa disebabkan oleh pola pemakaian listrik yang meningkat," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (8/4/2025).

Menurut Grahita, setelah berakhirnya program diskon tarif listrik sebesar 50 persen, maka per 1 Maret 2025 tarif listrik kembali normal. Kemungkinan besar hal tersebut yang dinilai pelanggan sebagai kenaikan tarif.

Sebab, ia menekankan bahwa pemerintah memutuskan untuk menjaga tarif listrik tetap atau tidak naik untuk kuartal II 2025. Hal ini sejalan dengan langkah menjaga daya beli masyarakat.

"Pada triwulan II tahun 2025 (April-Juni) Pemerintah juga memutuskan untuk tarif listrik bagi pelanggan subsidi (24 golongan) dan non-subsidi (13 golongan) adalah tetap atau tidak ada kenaikan demi menjaga daya beli masyarakat dan perekonomian nasional," kata dia. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Warga Jogja #tagihan pln naik #listrik PLN #Tagihan Listrik Melonjak