Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Usai Libur Lebaran Malioboro Pesing, Kencing para ODGJ dan Kuda Andong Diduga Jadi Penyebabnya

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 8 April 2025 | 23:03 WIB
Salah satu titik di Jalan Malioboro yang tercium bau pesing, Selasa (8/4/2025).
Salah satu titik di Jalan Malioboro yang tercium bau pesing, Selasa (8/4/2025).

JOGJA - Pasca libur lebaran, beberapa titik di Jalan Malioboro tercium bau pesing. Bau tersebut diduga berasal dari kuda atau andong hingga manusia yang membuat tidak nyaman para wisatawan. 

"Dari Minggu, (6/4/2025) ketika saya lewat memang sudah lumayan menyengat baunya," ujar warga Bantul Salsabila saat dikonfirmasi, Selasa (8/4/2025). 

Ia hampir setiap hari melewati area Jalan Malioboro ketika pulang bekerja karena tempat ia bekerja berada tidak jauh dari Jalan Malioboro. Menurutnya di perempatan Gondokusuman juga tercium bau pesing, saat menunggu di lampu merah. 

"Apalagi siang hari, baunya seperti kencing, tapi bukan manusia. Kayanya kuda," tuturnya. 

Keluhan wisatawan lain juga diunggah oleh salah satu media sosial Merapi_Uncover. Dalam postingan tersebut salah seorang wisatawan merasa terganggu dari bau pesing saat dirinya berada di area Jalan Malioboro. 

"Min, ngurut dari depan toko Ramai sampai Mutiara Hotel sepanjang jalan bau pesing sangat menganggu," mengutip postingan di Merapi_Uncover. 

Kepala UPT Pengelola Kawasan Cagar Budaya Kota Jogja Ekwanto mengatakan bau pesing yang timbul di beberapa titik di Jalan Malioboro tersebut diduga berasal dari kuda andong yang banyak beroperasi di sana. Selain itu, ia juga tidak memungkiri bahwa bau pesing tersebut bisa ditimbulkan dari Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kencing sembarangan. 

"Kalau pesing di cowakan (tempat parkir andong) itu mungkin andong, Kemungkinan ada juga ODGJ dan sebagainya yang kadang kadang tanpa sepengetahuan kami nyuri-nyuri pipis di situ," ujarnya. 

Menurutnya, pihaknya telah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan paguyuban sopir andong. Khususnya untuk mengantisipasi adanya bau tidak sedap yang berasal dari kotoran kuda saat beroperasi. 

"SOP-nya itu ketika andong pipis langsung disiram, bahkan kami minta untuk diparfum. misalnya (kuda) BAB di jalan itu yang membersihkan sing neng mburine (yang di belakangnya) itu sudah otomatis," tuturnya. 

SOP semacam itu diberlakukan karena menurutnya para supir andong harus bekerjasama untuk membersihkan kotoran kudanya ketika berada di jalan. Aturan tersebut sudah lama dijalankan. 

"Kan ndak mungkin dia (andong) lagi bawa penumpang, jalan, terus (kudanya) BAB, terus berhenti, otomatis yang di belakangnya secara sukarela membersihkan kotoran," terangnya. 

Menurutnya terdapat semacam sanksi sosial apabila ada supir andong yang tidak menjalankan SOP. Sanksi tersebut telah disepakati oleh seluruh anggota paguyuban. 

"Ada sanksinya, dari mereka sendiri, (pelanggar) tidak boleh melewati Malioboro, itu kesepakatan mereka sendiri, sanksi sosial lah," jelasnya. 

Atas keluhan wisatawan itu, pihaknya akan memberikan fokus perhatian di area-area yang meninbulkan bau pesing. Evaluasi bersama dengan petugas kebersihan akan dilakukan. 

"Kami ada penyemprotan seminggu dua kali, kalau ndak dilakukan sudah luar biasa baunya," tegasnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kuda Malioboro #wisata jogja #bau pesing #ODGJ Malioboro