JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mencatat ada jutaan kendaraann yang bermobilisasi selama masa angkutan Lebaran 2025. Menjelang hari terakhir masa arus balik, Senin (7/4) jumlah kendaraan mulai berkurang.
"Kami selalu update informasi kaitannya dengan jumlah mobilitas kendaraan. Hari ini (kemarin, Red) mulai landai dibanding kemarin (Minggu, Red)," ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishub DIY Sumariyoto saat dikonfirmasi Senin (7/4).
Data itu berdasarkan pantauan yang dilakukan di lima gerbang atau jalur utama memasuki wilayah DIY. Sebelah di utara ada di Tempel, barat ada di Wates, timur di Prambanan, selatan di Piyungan dan tambahan pantauan di Kedulan atau Gerbang Tol Tamanmartani, Kalasan.
"Paling banyak kendaraan berlalu lalang di gerbang timur yakni di Prambanan," terangnya.
Sebagai contoh, data pada 5 April menunjukkan kendaraan yang masuk dan keluar melalui Tempel sebanyak 90.496. Gerbang Wates ada 57.761 kendaraan. Gerbang Piyungan sebanyak 71.006. Lalu di Kedulan, tepatnya di Gerbang Tol Tamanmartani ada 9.848 kendaraan yang keluar. Terbanyak di Gerbang Prambanan dengan total 132.223 kendaraan yang keluar masuk.
"Kalau secara umum kayaknya menurun dibanding tahun lalu," bebernya.
Menurutnya, hari terakhir arus balik diperkirakan hingga Selasa (8/4). Hal itu karena ada pemberlakuan work from anywhere (WFA) di Jakarta. Dengan demikian Dishub DIY menyiapkan petugas penjagaan di lapangan sampai Selasa (8/4). Petugas telah standby dari H-7 Lebaran hingga H+7 Lebaran, ditambah satu hari sampai 8 April.
"Termasuk fungsional Tol Tamanmartani juga sampai besok (Selasa) terakhir pukul 6 sore. Setelah itu tutup lagi," jelasnya.
Kasatlantas Polresta Sleman AKP Mulyanto mengatakan, arus lalu lintas di Tol Tamanmartani mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Menurutnya, apabila sampai akhir pantauan kondisi lalu lintas terus berkurang, kemungkinan Tol Tamanmartani akan ditutup mulai besok (Selasa).
"Kemungkinan besarnya ditutup (saat lalu lintas sepi). Tapi kami tetap menunggu hasil koordinasi terakhir nanti dengan pihak-pihak terkait," ujarnya.
Namun ia tidak memungkiri tol bisa dibuka kembali apabila ada peningkatan jumlah kendaraan. Baik penutupan atau pembukaan tidak bisa dilakukan sepihak.
“Nanti kita lihat. Intinya kita tidak memutuskan sendiri, ada stakeholder lain yang kita nanti bahas terkait apakah kita tutup atau buka," katanya. (oso/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita