JOGJA - Tren penurunan kunjungan wisatawan selama masa libur Lebaran 2025 juga terasa di Kota Jogja.
Tingkat keramaian di kota yang dijuluki Kota Gudeg ini tidak sepadat tahun-tahun sebelumnya.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, penurunan tersebut sudah terlihat sejak H-3 Lebaran.
Pada periode itu, sejumlah titik yang biasanya ramai, seperti pasar tradisional dan ruas-ruas jalan utama, tampak masih lengang dan belum menunjukkan lonjakan aktivitas yang signifikan.
Hasto menyebut, penurunan keramaian tersebut dimungkinkan disebabkan karena penurunan daya beli masyarakat.
Sebab banyak masyarakat melakukan penghematan agar dapat bertahan dalam kondisi ekonomi yang sulit.
Kendati mengalami penurunan pada akhir bulan Ramadan, keramaian pemudik mulai terjadi pascalebaran. Misalnya mulai dari H+1 sampai H+3 Lebaran. Serta pada puncaknya hari Sabtu (5/4/2025) lalu.
“Namun secara kumulatif pemudik mengalami penurunan,” ujar Hasto kepada wartawan, Senin (7/4/2025).
Bupati Kulon Progo 2011-2019 itu akan melakukan evaluasi perihal menurunnya keramaian Kota Jogja.
Namun, masih menunggu angka pasti penurunan jumlah wisatawan selama masa libur panjang Lebaran.
Baca Juga: Warga Kebumen Antusias, Datang Pukul 07.00 Demi Open House Perdana Lilis Nuryani dan Zaeni Miftah
Meskipun mengalami penurunan, dia menilai ada sisi positif yang dapat diambil dari fenomena tersebut. Yakni adanya penghematan yang dilakukan oleh masyarakat. Sehingga tidak ada pemborosan seperti Lebaran di tahun-tahun sebelumnya.
“Bagaimanapun, penghematan itu penting,” tegasnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja Muhammad Zandaru menambahkan, hingga saat ini belum memiliki data rinci terkait kunjungan pariwisata.
Sehingga belum bisa membandingkan apakah ada penurunan atau kenaikan.
Namun untuk tahun lalu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja pada 2024 mencapai 420.000 wisatawan. Sementara untuk tahun ini diprediksi dapat mencapai 425.000 hingga 430.000 wisatawan.
“Untuk data kemungkinan baru bisa besok, karena hari ini masih terhitung libur Lebaran,” ungkap Zandaru. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita