Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Diperpanjang, Musim Kemarau Diperkirakan Mulai Mei 2025

Agung Dwi Prakoso • Senin, 7 April 2025 | 21:25 WIB
Ilustrasi mendung menjelang hujan di Kota Jogja.
Ilustrasi mendung menjelang hujan di Kota Jogja.

JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memutuskan untuk melakukan perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.

Itu dilakukan karena masih ada potensi cuaca ekstrem walaupun sudah memasuki pancaroba.

"Pada 8 April 2025 (status siaga darurat bencana hidrometeorologi) selesai, kami ajukan perpanjangan sampai 8 Mei 2025," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad saat dikonfirmasi, Senin (7/4/2025).

Keputusan tersebut mengacu pada data yang didapat dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY bahwa masih adanya potensi sampai pertengahan bulan April 2025.

"Bulan ini memang sudah masuk pancaroba menuju ke musim kemarau, tapi untuk antisipasi, kami ajukan perpanjangan," tuturnya.

Potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem untuk beberapa hari kedepan masih ada.

Namun intensitas bulan ini tidak sebesar bulan sebelumnya yang hingga menimbulkan bencana banjir di sejumlah titik di DIY.

"Bulan Mei 2025 itu perkiraannya sudah memasuki musim kemarau," bebernya.

Dari data yang ia peroleh, rentetan bencana hidrometeorologi telah terjadi di DIY dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan.

Puncaknya terjadi pada Jumat (28/3/2025) yang seluruh daerah di empat kabupaten dan satu kota di DIY terdampak bencana hidrometeorologi.

"Kabupaten Bantul ada sekitar 10 Kapanewon terdampak banjir, di antaranya tanah longsor dan sebagainya," terangnya.

Kemudian di Gunungkidul setidaknya ada delapan kapanewon yang juga terjadi banjir dan beberapa kejadian tanah longsor.

Baca Juga: Dinkes Kota Jogja Catat Puluhan Wisatawan Alami Masalah Kesehatan Selama Libur Lebaran

Kulon Progo ada sekitar lima Kapanewon yang terendam banjir dan belasan titik terjadi tanah longsor.

"Di Kota Jogja dan Sleman juga terdapat tanah longsor, namun tidak sebanyak daerah lain," bebernya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Gunungkidul Sumadi mengatakan perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayahnya juga akan diperpanjang.

Keputusan tersebut bertujuan agar masyarakat tetap siaga di musim peralihan antara hujan dan kemarau ini.

"Ini dikarenakan mulai Mei di wilayah Gunungkidul (diperkirakan) sudah memasuki musim kemarau," ujarnya.

Sumadi mengatakan status siaga darurat itu juga sekaligus untuk melakukan mitigasi kebencanaan.

Pihaknya selalu mengecek infrmasi terbaru kaitnanya dengan perkembangan cuaca dan ancamannya apabila hujan terjadi dalam durasi lama.

"Informasi dari BMKG kondisi cuaca saat ini masih berpeluang terjadinya cuaca ekstrem sehingga perlu adanya kesiapsiagaan untuk menghadapi dampak bencana," bebernya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#diperpanjang #DIY #bencana hidrometeorologi #status bencana #Daerah Istimewa Yogyakarta