JOGJA – Mobilitas masyarakat di Kota Jogja mengalami peningkatan selama libur Lebaran 2025.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja mencatat lonjakan sekitar 5 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu, meskipun secara nasional jumlah pemudik cenderung menurun.
Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, selama libur Lebaran, aktivitas kendaraan meningkat sekitar 30–40 persen dibanding hari biasa.
“Tercatat ada sekitar 489 ribu kendaraan beraktivitas di Kota Jogja selama masa libur, dengan rata-rata 122 ribu kendaraan yang beraktivitas per hari,” ujar Agus, Sabtu (5/4/2025).
Meski terjadi peningkatan, lalu lintas di Kota Jogja masih relatif terkendali. Tidak ada kemacetan parah di Kota Jogja.
Hanya, ada perlambatan di beberapa titikyang memang menjadi jalur utama menuju destinasi wisata.
“Kalau stuck sampai berjam-jam tidak ada, paling hanya 10 menit saja dan itu kendaraan masih mengalir meskipun sangat lambat,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, perlambatan arus lalu lintas paling sering terjadi di kawasan wisata utama seperti Tugu, Malioboro, dan Kraton alias Gumaton.
Serta di jalan-jalan utama menuju ke kawasan Gumaton seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Margo Utomo, Jalan Mataram, dan Jalan Mayor Suryotomo.
Masalah parkir juga menjadi perhatian Dishub Kota Jogja. Kantong parkir di GOR Amongrogo sempat sepi peminat di awal masa libur Lebaran.
Agus menilai, banyak pengunjung yang cenderung mencari tempat parkir yang lebih dekat dengan tujuan wisata mereka.
Meskipun harus mengeluarkan usaha lebih. Namun sejak Jumat (4/4/2025) siang, kantong parkir di Amongrogo mulai ramai digunakan.
“Kami lakukan imbauan dengan berbagai metode, akhirnya banyak juga masyarakat yang parkir di Amongrogo dan menggunakan shuttle bus ke Malioboro,” ungkapnya.
Rencananya, kantong parkir di Amongrogo akan dibuka hingga 7 April 2025 dalam rangka operasi Lebaran.
Agus mengakui, penyebaran informasi mengenai keberadaan kantong parkir ini mengalami keterbatasan.
Untuk itu, pihaknya berencana mempublikasikan informasi ini jauh-jauh hari di masa mendatang.
“Supaya masyarakat nyaman datang ke Jogja,” ucapnya.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyebut, dari pantauan yang dilakukan Pemkot Jogja, situasi di Kota Jogja masih terbilang sepi pada H-3 Lebaran.
“Biasanya H-3 hingga H-5 Lebaran sudah mulai ramai, namun mulai H-2 Lebaran kemarin baru ramai dan berlangsung hingga H+2 Lebaran," katanya.
Mobilitas masyarakat di Kota Jogja pada Lebaran 2025 diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 5 persen.
Meskipun ada kenaikan mobilitas, Pemkot Jogja masih akan menghitung dan merumuskan lebih lanjut data statistik mengenai mudik di Kota Jogja.
“Nanti masih kami kalkulasikan lagi, juga nanti ada laporan-laporan statistik soal mudik ini,” tuturnya.
Hasto berharap sektor pariwisata yang menjadi salah satu pilar ekonomi Kota Jogja bisa semakin berkembang.
Terutama dengan jumlah pemudik yang semakin banyak dan durasi menginap yang semakin lama.
“Kalau Kota Jogja ini kan hidupnya dari pariwisata,” harapnya. (tyo/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita