Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Faktor Penyebab Banjir Underpass Kentungan Sleman Belum Teratasi, Sampah dan Pasir Sering Menyumbat Drainase

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 6 April 2025 | 23:21 WIB
Upaya pengeringan genangan di Underpass Kentungan yang pernah dilakukan.
Upaya pengeringan genangan di Underpass Kentungan yang pernah dilakukan.

JOGJA - Underpass Kentungan yang terletak di Jalan Kaliurang, Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman seringkali tergenang air saat hujan lebat. Selama ini penanganan yang dilakukan hanya penyedotan air dengan pompa, akibatnya permasalahan terus berulang karena belum menyelesaikan sumber penyebab masalah. 

"Sistem drainase di sana (saat ini) tidak dapat menggunakan sistem gravitasi karena lokasi sungai sangat jauh," ujar Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tiara Sita saat dikonfirmasi, Minggu (6/4/2025).

Elevasi badan jalan Underpass Kentungan berada di bawah permukaan air tanah sehingga sistem drainase yang digunakan dengan sistem pompa. Menurutnya apabila menggunakan sistem gravitasi, kemiringan saluran yang didapatkan di Underpass Kentungan sangat kecil dan berpotensi aliran air tidak mengalir. 

"Pompa pada underpass kentungan ada 4 buah dengan masing-masing memiliki kapasitas 22 m3 per menit," tuturnya. 

Akar permasalahan penyebab masalah genangan air salah sayunya karena banyaknya sampah dan sedimen seperti pasir yang masuk ke saluran drainase. Material tersebut kemudian sering menyumbat pompa yang menyebabkan kinerja pompa tidak maksimal. 

"Bahkan beberapa pompa ada yang rusak," bebernya. 

Ia mengimbau kepada pengguna jalan dan warga sekitar agar membuang sampah pada tempatnya agar tidak masuk ke underpass. Khusus untuk truk bermuatan pasir, disarankan untuk menutup bak agar tunpahan pasir tidak ke jalan. 

"Pembersihan Drainase sudah rutin, pemeriksaan utilitas/pompa pendukung dan pemantauan dengan CCTV terus dilaksanakan," terangnya. 

Saat terjadi genangan di area tersebut petugas dan kepolisian akan melakukan penutupan underpass. Terlebih jika ketinggian air sudah membahayakan kendaraan yang melintas. Selanjutnya genangan disedot dengan pompa portable dari luar yang bekerjasama dengan instansi terkait. 

"Setelah genangan surut dilaksanakan pembersihan sedimentasi dan sampah yang menutup di sekitar pompa (dalam)," jelasnya. 

Antisipasi jangka pendek yang akan dilakukan yakni dengan pembersihan saluran underpass dan pemeliharaan dan perbaikan pompa secara rutin. Pihaknya juga melakukan identifikasi dan kajian terkait kemungkinan diberlakukannya sistem gravitasi untuk rencana jangka panjang. (oso) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pompa air #underpass kentungan #genangan air #underpass