JOGJA - Selama masa libur lebaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Isitmewa Yogyakarta (DIY) mencatat terdapat dua kecelakaan laut (laka laut) di Pantai Selatan. Keduanya tejadi di Pantai Parangtritis, Bantul yang diduga disebabkan karena berenang di area rip curent.
"Sementara yang dilaporkan baru dua kejadian dalam dua hari berturut-turut itu, yang lainnya belum," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad saat dikonfirmasi, Minggu (6/4/2025).
Dua kejadian wisatawan yang terseret onbak tersebut terjadi pada Jumat (4/5/2025) dan Sabtu (5/5/2025). Tiga wisatawan terseret ombak pada hari Jumat, dan satu orang pada hari Sabtu. Dari dua kejadian tiga korban selamat.
"Satu korban di hari Jumat, sampai saat ini masih belum ditemukan dan dalam proses pencarian," terangnya.
Selanjutnya satu korban saat kejadian hari Sabtu berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di daerah Bantul. Noviar baru menerima data laporan dua kejadian tersebut, untuk pantai lainnya dampai saat ini terkendali.
"Data lengkap nanti ya karena kami belum rekap semuanya," bebernya.
Penyebab kedua insiden laka laut tersebut diduga karena rip current di Pantai Parangtritis yang berbahaya. Mereka bermain air atau berenang di sekitar lokasi rip current tanpa menggunakan safety atau pelampung. Saat ombak besar datang, mereka terseret ke tengah.
"Mereka sudah diingatkan oleh petugas di sana, namun tidak diindahkan," terangnya.
Setelah dua kejadian itu, memang tidak ada larangan untuk berenang kepada wisatawan. Para petugas hanya melakukan pengetatan pengawasan dan memastikan wisatawan taat pada imbauan atau intruksi yang disampaikan. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin