JOGJA - Habis libur timbulah sampah, kondisi itu yang terjadi di Kota Jogja pasca musim libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja pun mencatat ada ribuan ton sampah selama sepekan terakhir ini.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, selama libur lebaran ini produksi sampah mengalami peningkatan 25 hingga 30 ton. Sehingga dalam sehari sampah yang dihasilkan mencapai 300 ton per hari.
Jika melihat enam hari libur lebaran yang dimulai sejak tanggal 31 Maret hingga 5 April 2025. Produksi sampah di Kota Jogja selama masa libur lebaran terhitung cukup besar. Jumlahnya mencapai 1.800 ton jika rata-rata sehari produksi sampah 300 ton.
Haryoko mengaku, pihaknya tidak menghadapi permasalahan selama masa libur panjang. Namun memang sempat ada kendala kecil karena berbarengan dengan transisi pembuangan dengan sistem transporter. Sebab banyak masyarakat yang ingin membuang sampahnya secara mandiri.
“Secara umum sudah sesuai rencana, cuma karena berbarengan dengan program pembuangan wajib transporter, jadi sempat agak ribet,” ujar Haryoko saat dikonfirmasi, Minggu (6/4/2025).
Dia menyampaikan, bahwa selama libur panjang lebaran produksi sampah memang didominasi oleh aktivitas pariwisata. Sehingga pembuangan sampah paling banyak menuju depo-depo yang berdekatan dengan destinasi wisata.
Oleh karena itu, sebelum masuk libur panjang lebaran beberapa waktu lalu Pemkot Jogja telah mengosongkan sebanyak 14 depo. Termasuk depo yang berdekatan dengan destinasi wisata seperti depo Kotabaru, depo, Purawisata, depo Tamansari, dan depo Ngasem.
“Untuk awal pengosongan memang kami fokuskan yang berada di tengah kota,” terang Haryoko.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, pembersihan 14 depo sudah diselesaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Pasca dibersihkan pemkot pun menerapkan sistem First In First Out (FIFO).
Adapun FIFO merupakan sistem pemilahan sampah dengan menempatkan armada truk pada depo-depo. Kehadiran truk tersebut kemudian langsung mengangkut sampah yang dibawa oleh penggerobak dari wilayah masing-masing.
Baca Juga: Situasi Lebaran di Jateng berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
“Kedepan depo sebagai tempat pemilahan lanjutan yang selesai diangkut pada hari itu juga atau mekanisme first in, first out (FIFO)," terang Hasto. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin