Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penungkatan Layanan Transportasi Umum Tersendat, Pengadaan Bus Listrik Tahun Ini Batal, Ini Penyebabnya

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 6 April 2025 | 18:50 WIB

 

Unit Bus Elektrik yang sudah beroperasi untuk layanan transportasi umum di DIY
Unit Bus Elektrik yang sudah beroperasi untuk layanan transportasi umum di DIY

JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun ini meniadakan anggaran pengadaan bus listrik karena adanya efisiensi.

Rencananya pengadaan dua unit bus listrik akan dilakukan tahun depan.

"Tahun ini (anggaran pengadaan) ada tapi ikut diefisisensi dulu. semoga tahun berikutnya dapat lanjut," ujar Paniradaya Pati Paniradya Kaistimewa DIY Aris Eko Nugroho saat dikonfirmasi, Minggu (6/4).

Pengadaan awal dua Bus Listrik yang difungsikan sebagai layanan transportasi umum dilakukan tahun 2024.

Tahun ini rencananya akan ada tambahan dua unit lagi, namun batal karena adanya efisiensi anggaran.

"Tahun ini yang diefisiensi dua (unit)," bebernya.

Anggaran bus listrik bersumber dari Dana Kesitimewaan (Danais).

Secara keseluruhan, anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat untuk Danais tahun ini berkurang. Sebelumnya anggaran Danais sebesar 1,4 triliun lalu dipangkas menjadi 1,2 triliun dan terakhir dilakukan penghematan menjadi 1 triliun. Otomatis anggaran pengadaan bus listrik ikut terdampak.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan DIY Wulan Sapto Nugroho mengatakan pada tahun 2026, anggaran pengadaan penambahan unit bus listrik harapannya diadakan kembali.

Sembari hasil uji coba selesai sebagai tambahan data untuk pertimbangan.

"Idealnya 6 unit, tapi juga tetap mempertimbangkan anggaran, karena investasinya cukup besar juga," ujarnya.

Menurutnya waktu ideal kedatangan bus angkutan umum maksimal 15 menit.

Maka dari itu jumlah armada bus listrik masih kurang untuk layanan transportasi umum.

"Ke depan mungkin menjadi bahan pertimbangan, kalau konsisten menggunakan layanan bus listrik tentunya (armada) harus ditambah lagi," terangnya.

Dengan dua armada tersebut, lanjutnya, tujuan untuk pengurangan emisi juga belum bisa dirasakan secara signifikan.

Pihak Paniradya Kaistimewan sebagai penyedia anggaran, menurutnya sudah memikirkan rencana-rencana penambahan armada tersebut.

"Cuma ini kan sedang banyak efisiensi, jadi sedikit banyak akan terpengaruh dari skala prioritas pemberi anggaran," jelasnya.

Ia juga menambahkan terdapat penurunan animo penumpang yang salah satu faktornya karena jam layanan bus listrik saat uji coba tidak seperti Trans Jogja.

Layanan bus listrik mulai pukul 08.00-16.00 yang notabennya bukan jam sibuk kerja ataupun sekolah.

"Karena memang masih uji coba ya, dan ini masih gratis," bebernya.

Secara umum, selama beberapa bulan uji coba operasi bus listrik tidak ada kendala yang berarti dari segi teknis. Namun menurutnya jumlah armada masih dirasa kurang untuk mencukupi kebutuhan layanan masyarakat.

"Kalau baru dua unit, otomatis kan jarak waktu antar kedatangan bus masih relatif lama, sekarang 30 menit," jelasnya. (oso)

 

Editor : Bahana.
#transportasi #Yogyakarta