JOGJA - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY berupaya memperluas segmentasi pasar dalam industri pariwisata di DIY dengan mencoba menarik pangsa pasar baru guna menciptakan keseimbangan. Selain itu juga akan mengubah tren pariwisata di DIY. Beralih dari pariwisata massal ke pariwisata berkualitas (quality tourism) untuk memastikan keberlanjutan sektor pariwisata di wilayah DIY.
Baca Juga: 45 Kelurahan di Kota Jogja Bakal Dibentuk Kampung Wisata, Dispar Sebut Masih Ada 20 yang Belum
Ketua GIPI DIY Bobby Ardyanto mengatakan, meskipun jumlah wisatawan ke DIY tinggi, namun tidak selalu memberikan dampak positif pada perekonomian daerah. Dia menyebut, beberapa wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata memilih menginap di luar daerah destinasi tersebut dengan harga sewa kamar yang lebih murah.
“Banyak wisatawan yang membawa konsumsi sendiri, sehingga pengeluaran mereka di Jogja tidak optimal,” katanya, Kamis (3/4/2025).
Baca Juga: Senang Bisa Menghibur WBP di bulan Ramadan, GIPI DIY Ajak Binaan Lapas Bukber: Hadirkan Ndarboy Genk
Bobby menekankan, untuk menjaga keberlanjutan pariwisata, DIY perlu beralih ke pariwisata berkualitas. Diharapkan meningkatkan durasi tinggal dan jumlah uang yang dibelanjakan wisatawan.
Dia mengusulkan agar pelaku industri pariwisata menciptakan paket wisata yang menargetkan segmen tertentu. “Sehingga dapat mengontrol jumlah wisatawan dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.
Menurut Bobby, produk wisata berbasis pengalaman menjadi kunci utama untuk menarik wisatawan agar menghabiskan lebih banyak waktu di DIY.
Baca Juga: Rekayasa Lalin Arus Balik Lebaran, Fungsional Tol Tamanmartani Hanya Searah dari Jogja ke Solo, Kendaraan dari Utara Dialihkan ke Perkampungan lalu Te
Dia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung keberlanjutan pariwisata. Di mana pemerintah perlu mengembangkan kebijakan yang melindungi ekosistem pariwisata. Sementara pelaku wisata harus berinovasi dengan produk yang mencerminkan karakteristik lokal. “Setiap kabupaten/kota di DIY diharapkan memiliki segmentasi pasar wisata yang sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing,” ucapnya.
Dia menyebut, GIPI DIY terus berusaha mengembangkan potensi pasar baru dalam industri pariwisata untuk meningkatkan daya tahan sektor ini dalam menghadapi ketidakpastian. Mereka juga berencana untuk tidak hanya mengandalkan pasar besar, tetapi juga memperluas pasar dan mengembangkan produk pelengkap.
“Perubahan pasar ini membutuhkan waktu dan upaya, dan kami berusaha untuk menjaga pasar pariwisata DIY agar lebih tangguh menghadapi dinamika yang ada,” tandasnya. (tyo)