JOGJA - Volume arus lalu lintas di DIJ terus mengalami lonjakan pasca Lebaran 2025. Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Ihsan mengatakan, jumlah kendaran yang keluar dari DIJ meningkat sebanyak 40.883 kendaraan dibandingkan hari H Lebaran.
Pada hari H Lebaran, kendaraan keluar dari wilayah DIJ sebanyak 115.464 kendaraan. “Sedangkan pada H+1 Lebaran, kendaraan yang keluar 156.347," katanya kemarin (3/4).
Baca Juga: Rekayasa Lalin Arus Balik Lebaran, Fungsional Tol Tamanmartani Hanya Searah dari Jogja ke Solo, Kendaraan dari Utara Dialihkan ke Perkampungan lalu Te
Dia menjelaskan, pada H+2 Lebaran titik arus balik tertinggi berada di batas Provinsi DIJ. Tepatnya di wilayah Tempel dengan 23.753 kendaraan yang keluar dari wilayah DIJ.
Selain itu, arus kendaraan yang cukup padat juga terpantau di Prambanan dengan jumlah 21.029 kendaraan. Serta di pintu Tol Tamanmartani sebanyak 3.078 kendaraan.
Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Polda DIJ telah mengerahkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan yang sering dilalui pemudik.
Baca Juga: 1,5 Juta Kendaraan Diprediksi Masuk DIY, Polda Siapkan Rekayasa Lalu Lintas: Pemantauan CCTV di Titik-Titik Strategis
"Kami akan terus melakukan pemantauan dan mengatur arus lalu lintas untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik," ucap Ihsan.
Dia menyebut, peningkatan volume kendaraan mulai terlihat sejak hari pertama Lebaran dan masih terus berlanjut. Arus balik diprediksi masih akan tinggi pada H+4 dan H+5 Lebaran. Seiring berakhirnya cuti bersama dan kembalinya pemudik ke tempat tinggal masing-masing.
Baca Juga: Tren Bergaya saat Lebaran Menjadi Berkah, Usaha Penyewaan iPhone di Yogyakarta Ketiban Untung, Stok Sampai Kosong!
Untuk mendukung kelancaran arus balik bagi para pemudik, telah tersedia berbagai fasilitas tambahan seperti pos-pos pengamanan dan posko kesehatan di sepanjang jalur utama mudik yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemudik. Ihsan mengimbau kepada para pemudik untuk selalu berhati-hati dengan mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
"Selain itu juga selalu ikuti petunjuk dari petugas di lapangan dan tidak terburu-buru agar arus balik bisa berjalan dengan aman dan lancar," imbaunya.
Wakasatlantas Polresta Sleman AKP Arfita Dewi menyebut, terjadi kepadatan arus lalu lintas di Jalan Solo. Untuk mengurangi penumpukan kendaraan, kendaraan roda empat dari arah Prambanan dipecah atau dimasukkan ke arah Exit Tol Tamanmartani.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk menutup Exit Tol Tamanmartani sebagai pintu masuk. Karena kendaraan yang keluar dari pintu Tol Prambanan menuju Jalan Solo sudah padat.
"Beban lalu lintas terlalu berat, jadi Exit Tol Tamanmartani akan dibuka lagi sebagai pintu keluar,” ujar Arfita. (tyo/laz)
Editor : Herpri Kartun