Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada Cuaca Ekstrem selama April, BMKG Jogjakarta Sebut Mulai Masuk Musim Peralihan

Iwan Nurwanto • Jumat, 4 April 2025 | 02:00 WIB
BMKG merilis prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi banjir di 15 wilayah.
BMKG merilis prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi banjir di 15 wilayah.

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta meminta agar masyarakat waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Terlebih selama periode awal April ini, karena potensi cuaca ekstrem diprediksi meningkat.


Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas mengatakan, curah hujan pada bulan April diprediksi berkisar antara 151-400 mm atau masuk kriteria menengah tinggi. Hujan di periode tersebut bersifat normal hingga atas normal.


Dia menyatakan, selama periode peralihan musim dari hujan ke kemarau atau pada kurun Maret-April masyarakat maupun pemerintah harus waspada. Sebab potensi cuaca ekstrem meningkat dibandingkan biasanya. “Perlu diwaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Reni, Kamis (3/5.


Selain perlu waspada potensi bencana basah, Reni pun mengingatkan pada masa peralihan musim kemarau ke penghujan juga ada kemungkinan bencana kering. Misalnya seperti kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih.


Reni pun meminta ada tindakan antisipasi bencana terhadap kondisi iklim saat musim kemarau. Misalnya dengan mempersiapkan pola tanam yang sesuai agar tidak mengalami gagal panen.“Baik pengambil keputusan maupun masyarakat luas harus lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak puncak musim kemarau, terutama di wilayah rentan,” pesannya.


Sementara itu, Pemerintah Kota Jogja menyadari ancaman bencana hidrometeorologi meskipun berada di wilayah perkotaan. Sebab potensi bencana seperti talut longsor dan banjir mengintai Kota Jogja yang dialiri sungai-sungai besar. Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat menyampaikan, bahwa pihaknya kini telah memiliki 26 EWS banjir. Itu setelah sembilan EWS resmi aktif dan disimulasikan tahun ini.


Nur membebeberkan, sembilan titik EWS otomatis tambahan itu terpasang pada tiga sungai besar yang mengaliri Kota Jogja. Meliputi Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajah Wong. “Penambahan kami lakukan pada lokasi-lokasi yg dirasa perlu mendapat dukungan lebih jauh untuk deteksi dini banjir,” terang Nur. (inu/pra)

Editor : Herpri Kartun
#Klimatologi dan Geofisika #curah hujan #Pemerintah Kota Jogja