JOGJA - Kementrian Agama (Kemenag) Kota Jogja memastikan ada 517 calon jamaah haji yang diberangkatkan pada tahun ini. Ratusan calon jamaah tersebut akan diberangkatkan pada periode tanggal 20 Mei hingga 3 Juli 2025.
Kepala Kantor Kemenag Kota Jogja Nadhif mengatakan, para jamaah haji asal Kota Jogja tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63-71. Sehingga pemberangkatannya pun dilakukan pada gelombang kedua keberangkatan calon jamaah haji asal DIY.
Dia menyampaikan, bahwa kuota jamaah haji asal DIY pada tahun ini berjumlah 3.111 orang. Dari jumlah tersebut 517 orang merupakan calon jamaah haji asal Kota Jogja. Kemudian untuk petugasnya berjumlah 36 orang.
“Calon jemaah haji asal Kota Jogja paling muda berusia 19 tahun dan yang tertua usia 92 tahun,” ujar Nadhif, Kamis (3/4/2025).
Nadhif menyatakan, pihaknya juga melaksanakan manasik agar calon jamaah haji asal Kota Jogja benar-benar dalam kondisi siap selama berada di tanah suci. Total ada delapan kali kegiatan manasik haji yang dilaksanakan sebelum masa keberangkatan.
Rinciannya, para calon jamaah haji asal Kota Jogja akan mendapatkan bimbingan manasik enam kali di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA) kemantren. Serta dua kali manasik tingkat Kota Jogja.
Dia menjelaskan, kegiatan manasik tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan calon jamaah haji. Baik itu secara fisik, mental, maupun pengetahuan selama melaksanakan rangkaian ibadah rukun Islam kelima tersebut.
“Manasik penting agar jamaah memahami tata cara ibadah dengan baik dan siap menghadapi berbagai situasi selama di tanah suci,” jelas Nadhif.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menegaskan, kesiapan kesehatan fisik dan mental merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu, dia meminta agar para calon jamaah haji menjaga kesehatan sejak sebelum keberangkatan.
Hasto menghimbau, agar para calon jamaah haji bisa melakukan olahraga ringan untuk menjaga kondisi fisik tetap bugar.
Kemudian juga memperkuat kesabaran dengan memperbanyak doa agar bisa terus merasa dekat dengan Allah SWT.
“Dalam suasana ibadah haji juga penuh dinamika dan perbedaan. Sehingga penting bagi setiap jamaah untuk mengedepankan sikap legowo, rendah hati, serta menjaga lisan,” pesan orang nomor satu di Kota Jogja itu. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin