JOGJA - Penguatan identitas wilayah melalui motif batik mulai diupayakan Hasto Wardoyo. Wali Kota Jogja periode 2025-2030 ini akan mewajibkan penggunaan motif batik segoro amarto sebagai seragam bagi siswa sekolah.
Hasto mengatakan, kewajiban pelajar menggunakan motif batik segoro amarto tidak hanya sebatas penguatan identitas. Namun ada efek peningkatan perekonomian masyarakat dari kebijakan tersebut. Khususnya bagi para perajin batik lokal.
Dia pun menyayangkan, sampai saat ini ada 65 ribu pelajar di Kota Jogja yang belum menggunakan batik segoro amarto sebagai seragam identitasnya. Padahal jika kebijakan itu diwajibkan, tentu para perajin batik bisa ikut tumbuh karena dapat memproduksi batik secara massal.
Langkah ini mirip dengan kebijakan Hasto saat menjadi bupati Kulonprogo. Kewajiban untuk menggunakan motif batik geblek renteng terbukti sukses mengembangkan ekonomi perajin batik lokal. Di satu sisi, motif batik geblek renteng pun juga menjadi identitas Kulon Progo sampai saat ini.
“Sehingga kami berencana membuat peraturan wali kota (Perwal) agar pelajar Kota Jogja wajib menggunakan batik segoro amarto. Dan produksinya harus dilakukan di Kota Jogja,” ujar Hasto, Jumat (21/3).
Menurutnya, rencana kebijakan itu tentu juga akan mendukung promosi batik. Apalagi jika seluruh pelajar di Kota Jogja diwajibkan membeli batik yang diproduksi oleh para perajin lokal, tentu ekonomi perajin batik juga akan meningkat.
Hasto menegaskan, dirinya memang menolak tegas adanya kebijakan yang menguntungkan produsen batik luar daerah. Misalnya untuk bahan seragam yang harus membeli dari luar Kota Jogja. Kondisi itu tentu sama sekali tidak menguntungkan masyarakat lokal.
Di sisi lain, dia pun yakin langkah itu juga dapat menjadi solusi meningkatkan pendapatan warga. Terutama para perajin batik yang selama ini lesu. Kemudian juga dapat mengurangi pengangguran karena akan banyak masyarakat yang akan digandeng oleh produsen batik. “Selain itu, kemungkinan juga akan terbentuk koperasi bersama warga untuk membantu pemberdayaannya,” tegas Hasto.
Pemkot Jogja sejatinya sudah berupaya untuk kembali menggelorakan motif batik segoro amarto. Misalnya lewat kegiatan bertajuk Sekati ing Mall yang digelar pada akhir 2024 lalu. Dalam kegiatan itu dikenalkan motif batik Ceplok Segoro Amarto Reborn.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo menyampaikan, dengan dilahirkannya kembali desain batik baru itu mampu mewakili semangat generasi muda. Namun tetap dengan tidak menghilangkan motif asli dari batik segoro amarto. "Dengan membawa desain yang lebih modern harapannya batik motif ini bisa menyasar untuk semua kalangan," ungkapnya. (inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita