Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Disbud Kota Siagakan 190 Personel Jogo Maton, Siap Halau PKL dan Pengamen di Malioboro

Iwan Nurwanto • Selasa, 1 April 2025 | 19:35 WIB

 

 

RAMAI : Suasana kawasan Malioboro saat puncak musim libur imlek pada hari Rabu (30/1/2025).  (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)
RAMAI : Suasana kawasan Malioboro saat puncak musim libur imlek pada hari Rabu (30/1/2025). (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)

JOGJA - Aktivitas pengamen dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro tidak jarang mengganggu wisatawan. Guna mengantisipasi gangguan itu, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja menyiagakan ratusan personel Jogo Maton.

Kepala Disbud Kota Jogja Yetty Martanti mengatakan, pihaknya telah menyiagakan 190 personel Jogo Maton untuk berjaga selama masa libur panjang Lebaran. Ratusan petugas yang khusus bertugas di kawasan Malioboro itu akan dibagi penugasanya dalam tiga shift hingga 7  April mendatang.

Menurutnya, petugas Jogo Maton itu memiliki tugas penting untuk menjaga keamanan di kawasan Malioboro. Kemudian juga menghalau gangguan seperti pengamen dan PKL. Serta mencegah terjadinya kemacetan akibat aktivitas mobil yang berhenti sembarangan di sepanjang Jalan Malioboro.

Diakui Yetty, kehadiran Jogo Maton memang cukup penting untuk menjaga kondusivitas selama masa libur panjang seperti Lebaran. Sebab selama periode liburan tersebut tentu jumlah wisatawan akan membludak.

“Yang tidak diperkenankan berada di Malioboro kami kita jaga. Dalam tiga shift Jogo Maton akan intens untuk itu,” ujar Yetty, Minggu (23/3).

Yetty melanjutkan, terkait banyaknya pengamen di Malioboro pihaknya juga sudah memiliki langkah untuk menggandeng mereka. Yakni dengan memberikan ruang berekspresi di Teras Malioboro Ketandan dan Beskalan.

Dia menyebut, sampai saat ini sudah ada belasan pengamen yang diajak bergabung dalam sebuah grup agar bisa tampil di Teras Malioboro. Melalui upaya itu, harapannya para pengamen tidak lagi berada di pedestrian dan meminta-minta dari para wisatawan.

“Kalau masih ditemukan pengamen di Malioboro itu berarti di luar pendataan kami. Dan itu kami akan bina,” tegas Yetty.

 

Sebelumnya, Kepala UPT Pengelola Kawasan Cagar Budaya Kota Jogja Ekwanto menyatakan, kegiatan ekonomi apa pun tidak boleh dilakukan di Malioboro. Baik mengamen, berdagang, mengemis, maupun menjajakan jasa pijat.

Dia mengaku sudah melakukan berbagai upaya agar kawasan Malioboro bisa bebas dari kegiatan yang meresahkan wisatawan. Kendati demikian, banyak dari para pelaku kerap kucing-kucingan dengan petugas. Sebab pengamen hingga penyedia jasa tukang pijat biasanya marak ketika petugas sedang tidak berjaga. "Kami selalu melakukan penyisiran tiap malam,” tegas Ekwanto. (inu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pedagang kaki lima (PKL) #personel #Kota Jogja #dinas kebudayaan #Jogo Maton #disbud #Teras Malioboro Ketandan #petugas #Disbud Kota Jogja #Aktivitas #liburan #kawasan #pengamen #Wisatawan #Malioboro #lebaran #Beskalan