Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Semua Sungai di Kota Jogja  Bakal Dipasang Jaring Sampah, Tahap Awal Sasar Kali Code dan Winongo 

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 1 April 2025 | 16:00 WIB
Warga memancing di Sungai Winongo, wilayah Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja,  (22/9/2024).
Warga memancing di Sungai Winongo, wilayah Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja, (22/9/2024).

JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mulai mempersiapkan upaya penanganan sampah sungai.

Salah satunya dengan pemasangan trash barrier atau jaring sampah. Sebagai awal, dua sungai akan menjadi sasaran program tersebut.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja Very Tri Jatmiko mengatakan, pemasangan trash barrier itu sudah masuk dalam perencanaan.

Sehingga kemungkinan paling cepat dapat terpasang pada awal atau pertengahan April tahun ini.

Menurutnya, untuk tahap pertama Kali Winongo dan Code akan menjadi sasaran awal pemasangan trash barrier.

Kemudian secara bertahap seluruh sungai akan dipasang alat penangkap sampah sungai itu.

Adapun trash barrier sendiri merupakan sebuah alat yang dipasang di perairan dengan fungsi menjaring sampah terapung.

Alat itu berfungsi untuk mencegah sampah dari hilir menuju muara dan menjaga kebersihan lingkungan. 

“Tidak ada kriteria khusus untuk pemilihan lokasi, karena rencana semua sungai di Kota Jogja akan ada trash barrier,” ujar Very saat dikonfirmasi, Kamis (20/3/2025).

Sebagai informasi, pemasangan trash barrier itu juga merupakan salah satu kesepakatan quick wins yang digagas Wali Kota Hasto Wardoyo di awal masa jabatannya.

Sehingga realisasinya pun tidak lebih dari 100 hari kerja pertama kepala daerah.

Selain memasang trash barrier, DLH Kota Jogja juga melaksanakan pembersihan 46 depo dan TPS.

Kemudian juga pembangunan taman edukasi di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Jopraban di Kemantren Wirobrajan.  Untuk pemasangan trash barrier di awali di dua sungai terlebih dahulu,” tegas Very.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, pemkot sampai saat ini terus mengedukasi masyarakat untuk dapat mengelola sampahnya. Sehingga produksi sampah harian di Kota Jogja dapat terus berkurang.

Guna memaksimalkan pemilahan, salah satu program yang digagas adalah penjemputan sampah dengan penggerobak.

Hasto membebeberkan bahwa program penjemputan sampah akan serentak dilaksanakan pada awal April nanti.

“Sudah kami sosialisasikan supaya masyarakat jangan membuang sampah di depo, harus pakai penggerobak,” katanya. (inu/laz)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#winongo #DLH Kota Jogja #trash barrier #kali code #penanganan sampah #Jaring Sampah