Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tidak Melintasi Alun-Alun Utara, Lima Gunungan Dibagikan ke Masyarakat dalam Upacara Garebeg Sawal Keraton Jogja

Gregorius Bramantyo • Senin, 31 Maret 2025 | 22:53 WIB

Prosesi Garebeg Sawal di Kagungan Dalem Masjid Gedhe Keraton Jogja, Senin (31/3/2025). Terdapat lima jenis gunungan dalam upacara adat Garebeg Sawal ini.
Prosesi Garebeg Sawal di Kagungan Dalem Masjid Gedhe Keraton Jogja, Senin (31/3/2025). Terdapat lima jenis gunungan dalam upacara adat Garebeg Sawal ini.
JOGJA – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar upacara adat Garebeg Sawal, Senin (31/3/2025).

Ada lima jenis gunungan yang diarak dan dibagikan kepada masyarakat dalam upacara tersebut.

Warga tampak antusias untuk hadir menyaksikan upacara adat Garebeg Sawal ini.

Mereka berdiri di pinggir jalan menunggu iring-iringan prajurit dan gunungan yang melintas.

Pelaksanaan Garebeg Sawal dimulai dengan iring-iringan bregada prajurit yang membawa tujuh gunungan.

Tahun ini, iring-iringan tidak melintasi Alun-Alun Utara.

Gunungan yang berada di Bangsal Pancaniti dan Kamandungan Lor dibawa oleh Kanca Abang melalui jalur Regol Brajanala, Sitihinggil Lor, hingga ke Bangsal Pagelaran sebelum akhirnya menuju Masjid Gedhe.

Setelah didoakan di Masjid Gedhe, dua gunungan dibawa ke Pura Pakualaman dan Kompleks Kepatihan.

Ada 10 bregada prajurit keraton yang mengawal gunungan yakni Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero, Nyutra, Bugis, dan Surakarsa.

Bregada Bugis akan mengawal gunungan hingga Kompleks Kepatihan. Sementara gunungan untuk Pura Pakualaman akan dikawal oleh Prajurit Pura Pakualaman yakni Dragunder dan Plangkir.

Kehadiran Abdi Dalem Palawija menjadi istimewa dalam pelaksanaan upacara tahun ini. Sebab mereka sudah cukup lama tidak hadir dalam upacara Garebeg.

Abdi Dalem Palawija adalah kesatuan abdi dalem yang terdiri dari orang-orang dengan kondisi fisik khusus yang bertugas mengiringi upacara penting, termasuk Garebeg Sawal.

Koordinator Pelaksanaan Garebeg Sawal 2025/Je 1958, KRT Kusumanegara mengatakan, Garebeg Sawal merupakan salah satu upacara yang rutin dilaksanakan oleh Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kata Garebeg sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti berjalan bersama-sama di belakang Ngarsa Dalem atau orang yang dipandang seperti Ngarsa Dalem.

Garebeg yang dilakukan di keraton adalah Hajad Dalem, sebuah upacara budaya dalam rangka memperingati hari besar agama Islam yakni Idulfitri, Iduladha, dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Sementara gunungan merupakan perwujudan kemakmuran keraton atau pemberian dari raja kepada rakyatnya," kata Kanjeng Kusumo, Senin (31/3/2025).

Dalam upacara Garebeg Sawal 2025, ada lima jenis gunungan yang diarak.

Terdiri dari Gunungan Kakung, Gunungan Estri/Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Dharat, dan Gunungan Pawuhan.

Tiga Gunungan Kakung dibawa ke Masjid Gedhe, Pura Pakualaman, dan Kompleks Kepatihan. Sementara gunungan lainnya dibagikan kepada masyarakat.

"Makna Garebeg Sawal secara singkatnya adalah perwujudan rasa syukur atau mangayubagyo akan datangnya Idulfitri yang diwujudkan dengan memberikan rezeki pada masyarakat melalui uba rampe gunungan yang berupa hasil bumi dari tanah Mataram," jelas Kanjeng Kusumo.

Upacara Garebeg Sawal selalu menarik perhatian warga, baik dari Jogja maupun wisatawan yang datang khusus untuk menyaksikan prosesi tersebut.

Meskipun demikian, jumlah warga dan wisatawan yang hadir tidak sebanyak saat upacara Garebeg Maulud Nabi Muhammad SAW.

Salah satu wisatawan Eko, 44, mengaku sengaja datang ke Masjid Gedhe bersama anak dan istrinya untuk melihat prosesi Garebeg Sawal ini.

Wisatawan asal Malang ini mengatakan, dirinya sudah tahu tentang upacara Garebeg Sawal ini sejak lama. Hanya saja belum sempat untuk hadir menyaksikan langsung.

“Penasaran nonton langsung, sekarang baru bisa datang. Ini saya dapat uba rampe kayak semacam ketan, dapat dua," katanya. (tyo)

 

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Grebeg Sawal #Keraton Ngayogyakarta