Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada 158 Titik Salat Ied di Kota Jogja, Khatib Dilarang Bawakan Materi Mengandung Politik Praktis

Agung Dwi Prakoso • Senin, 31 Maret 2025 | 00:45 WIB
Ilustrasi Salat Idul Fitri. (RADAR JOGJA FILE)
Ilustrasi Salat Idul Fitri. (RADAR JOGJA FILE)

 

JOGJA- Kantor Wilaya (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja mencatat terdapat 50 titik lokasi takbir keliling di Kota Jogja malam ini, Minggu (30/3).

Selanjutnya pada keesokan harinya juga akan ada 158 titik lokasi yang mengadakan salat Idul Fitri 1446 hijriah.

"Koordinasi dengan aparat setempat supaya ada pengamanan dan takbir keliling tahun ini menyejukkan," ujar Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Jogja, Saeful Anwar saat dikonfirmasi, Minggu (30/3).

Seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan takbir keliling diantaranya dari Masjid Kauman Jogja. Namun sebagian besar melaksanakan takbir keliling di kampung masing-masing.

Ia juga mempersilahkan masyarakat untuk takbiran dengan pengeras suara di musala atau masjid. Namun hanya sampai pukul 22.00.

"Kalau mau dilanjutkan boleh, tetapi pakai suara pengeras dalam, sehingga suaranya tidak sampai keluar,” lanjutnya.

Keesokan harinya, ibadah akan dilanjutkan dengan melaksanakan salat Ied. Terdapat 158 titik lokasi salat Idul Fitri di Kota Jogja tahun ini.

Penyelenggaraan salat Ied diimbau agar menyenangkan dan menenangkan sesuai dengan syariat islam dan toleransi, seperti yang diusung oleh Kemenag.

Beberapa instruksi juga ia sampaikan salah satunya kaitannya dengan materi imam dan khatib. Ia menyarankan agar para khatib menyampaikan materi khotbah yang menyejukkan dan tidak mengandung politik praktis.

"Mengajak pada kedamaian dan ukhuwah islamiah, mengutamakan toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

Selain itu, panitia penyelenggara diminta untuk memberi perhatian pada sampah di lokasi pasca salat Id. Pihaknya juga meminta panitia agar menginformasikan kepada jemaah untuk membawa alat salat dari rumah, baik itu tikar atau sajadah.

"Bukan koran, itu untuk meminimalisir sampah. Sekarang kan Jogja baru darurat sampah,” tandasnya. (oso)

Editor : Heru Pratomo
#kanwil kemenag #Kota Jogja #takbiran #salat ied #khatib #materi #masjid #politik praktis