JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menyebut ada peningkatan produksi sampah selama masa libur hari Raya Idul 1446 Hijriyah.
Sejumlah depo yang berdekatan lokasi wisata pun diprediksi bakal terjadi penumpukan.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, peningkatan produksi sampah selama masa libur panjang menjadi hal lumrah.
Apalagi Jogja yang selama ini dikenal sebagai kota tujuan wisata.
Menurutnya, pada masa libur panjang Lebaran produksi sampah kemungkinan naik 20 hingga 25 ton per hari.
Peningkatan itu diakui cukup besar. Sebab ada lonjakan jumlah wisatawan seiring dengan sudah membaiknya ekonomi.
Sementara untuk titik-titik depo yang berpotensi terjadi penumpukan sampah, Haryoko menyebut ada empat depo. Yakni Depo Tamansari, Purawisata, RRI Kotabaru, dan Depo Ngasem yang letaknya memang tidak jauh dari tempat wisata.
"Potensi pembuangan sampah terbesar memang kemungkinan di empat titik itu,” ujar Haryoko, Kamis (20/3/2025).
Dia mengaku, upaya mitigasi penumpukan sampah pada depo juga sudah dilakukan. Keempat depo itu sudah dibersihkan total pada pertengahan Maret lalu.
Meskipun sudah ada persiapan, Haryoko tetap meminta agar masyarakat dan wisatawan untuk mengelola sampahnya sendiri. Minimal dengan tidak membuang sampah secara sembarangan di tempat-tempat wisata maupun di jalan.
“Kami imbau masyarakat dan wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya,” katanya.
Terpisah, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, pemkot terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat menggunakan penggerobak.
Kebijakan itu dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam membuang sampah. Sekaligus memaksimalkan pengolahan yang dilakukan pemerintah.
Hasto membeberkan, ketersediaan penggerobak di setiap wilayah saat ini juga sudah cukup baik.
Lantaran sudah ada 1.076 penggerobak yang sudah terdata di DLH Kota Jogja dan para penggerobak itu akan bertugas mengangkut sampah di 616 RW.
“Sudah kami sosialisasikan terus agar jangan membuang sampah di depo. Harus pakai penggerobak,” terang mantan bupati Kulon Progo itu. (inu/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita